Waspada, Memasuki Puncak Musim Kemarau Diprediksi Kasus Kebakaran di Kudus Meningkat

oleh

Kudus, isknews.com – Memasuki puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada bulan Agustus ini. Kasus kebakaran di Kabupaten Kudus kian meningkat.

Kepala Dinas Badan Pennggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Bergas Catur Penanggungan melalui Staf Penanganan dan Kesiapsiagaan Bencana, Agus Hartono membenarkan hal tersebut. Disebutkannya, pada bulan kenaikan kasus kebakaran di Kudus terlihat sejak bulan Juni lalu. Dan angkanya terus meningkat, saat mendekati puncak musim kemarau.

Pasukan pemadam kebakaran saat berjibaku memadamkan api (Foto: YM)

“Pada bulan April ada satu kasus kebakaran. Lalu pada bulan Mei ada 8 kasus kebakaran. Kemudian pada Juni ada 24 kasus dan di bulan Juli ada 26 kasus,” sebutnya.

TRENDING :  Kebakaran Hanguskan Gudang Mebel dan TK Pertiwi III Hadipolo Kudus
TRENDING :  BHRD Kudus Bakal Gelar Rukyatul Hilal Di Kudus

Sementra pada awal Agustus ini, sudah ada sekitar 5 kasus kebakaran di Kabupaten Kudus. Agus menuturkan, kasus kebakaran yang terjadi di Kudus sebagian besar terjadi pada lahan tebu.

“Seperti pada bulan Juli lalu. Dari 26 kasus kebakaran 12 diantaranya terjadi pada lahan tebu, gudang 2, rumah 5 dan lain-lain 6 kasus,” jelasnya.

TRENDING :  Camat Undaan, "Tidak Ada Kekeringan Lahan Pertanian, Warga Butuh Air Bersih Untuk Konsumsi".

Cuaca panas dan angin kencang menjadi salah satu penyebab kebakaran di musim kemarau. Untuk itu, dia menghimbau kepada masyarakat untuk terus berhati-hati dan waspada saat menggunakan jaringan listrik, menyalakan tungku maupun saat melakukan pembakaran lahan. Karena aktivitas tersebut cukup potensial menimbulkan kebakaran.

KOMENTAR SEDULUR ISK :