KUDUS, ISKNEWS.COM – Pembelajaran anak usia dini tidak hanya soal mengenalkan huruf, angka, dan berbagai materi dasar. Lebih dari itu, anak membutuhkan pengalaman belajar yang mampu melibatkan seluruh indera, membangkitkan rasa ingin tahu, serta memberikan pengalaman yang menyenangkan dan bermakna.
Berangkat dari semangat tersebut, Majelis Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar Menengah (PAUD Dasmen) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Kudus menggelar Workshop Implementasi Pembelajaran Mendalam melalui Stimulasi Sensori dengan tema “Menciptakan Pengalaman Belajar yang Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan.”
Workshop yang digelar di SMK Muhammadiyah Kudus tersebut diikuti sebanyak 88 peserta yang terdiri atas pengelola dan guru Kelompok Bermain (KB) serta Taman Penitipan Anak (TPA) Aisyiyah se-Kabupaten Kudus serta sejumlah perwakilan peserta dari Kabupaten Pati, Minggu (6/9/2026)
Ketua Majelis PAUD Dasmen PDA Kabupaten Kudus, Dian Handayani, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kompetensi para pendidik anak usia dini.
Menurutnya, guru dan pengelola KB maupun TPA memiliki peran penting dalam mendampingi anak-anak pada masa pertumbuhan dan perkembangan.
“Stimuli sensori pada anak adalah segala bentuk rangsangan atau masukan (input) yang diterima oleh panca indra dan sistem saraf anak dari lingkungan sekitar maupun dari gerakan tubuhnya sendiri. Melalui stimuli ini, otak anak akan belajar untuk mengenali, mengolah, dan merespons berbagai sensasi yang mereka terima,” ujarnya.
Dikatakannya, workshop ini menekankan bahwasannya stimuli sensori menjadi fondasi yang sangat penting bagi perkembangan kognitif, motorik, bahasa, hingga kemampuan emosional anak. Karena itu, para pendidik perlu terus meningkatkan kemampuan dalam menghadirkan proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik anak usia dini.
“Ini salah satu upaya Majelis PAUD Dasmen PDA Kabupaten Kudus dalam meningkatkan kompetensi pendidik PAUD, khususnya dalam menghadirkan proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik anak usia dini,” tutur Dian Handayani.
Workshop tersebut menghadirkan narasumber Yani Noi dari Majelis PAUD Dasmen Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Tengah.
Dalam pemaparannya, Yani mengajak peserta untuk memahami bahwa pembelajaran mendalam tidak hanya sebatas menyampaikan pengetahuan kepada anak.
“Anak-anak dapat belajar dengan mengeksplorasi, mencoba, mengamati, merasakan, bergerak, berkomunikasi, hingga menemukan berbagai pengalaman baru secara menyenangkan,” paparnya.
Para peserta tidak hanya memperoleh penguatan materi secara konseptual, tetapi juga diajak untuk mengeksplorasi berbagai bentuk stimulasi sensori yang dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di lembaga masing-masing.
Workshop dibuka oleh Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Kudus, Eny Alifah Kurnia yang menyampaikan pentingnya memberikan penguatan dan pemahaman mengenai pembelajaran mendalam melalui stimulasi sensori kepada para guru dan pengelola KB serta TPA.
“Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik antarpengelola maupun pendidik KB dan TPA Aisyiyah di Kabupaten Kudus. Melalui pertukaran pengalaman dari para peserta diharapkan dapat saling menginspirasi dan menemukan berbagai metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak,” tandasnya. (YM/YM)











