Yang Dibutuhkan Investor Itu Kepastian Hukum, Bukan Daftar Tarif Upeti

oleh -523 Dilihat
Kontrol sosial akan kehilangan kehormatannya ketika berubah menjadi alat untuk mencari keuntungan pribadi.( Gambar : ilustrasi )

SAPA PAGI :

Ada ironi yang perlahan menjadi rahasia umum.

Pemerintah daerah siang malam berburu investasi. Bupati mempromosikan daerahnya. DPRD menyusun regulasi agar PAD meningkat. OPD membuka karpet merah untuk pengusaha. Masyarakat berharap lapangan pekerjaan bertambah.

Tetapi di sudut lain, setiap proyek baru seolah menjadi alarm.

Bukan alarm pembangunan.

Melainkan alarm bagi mereka yang menganggap setiap investasi adalah peluang untuk “Mendapat bagian”.

Tidak semua pengusaha takut pada aturan.

Justru pengusaha yang sehat rela mengeluarkan ratusan juta rupiah untuk mengurus legalitas, membayar pajak, membayar PNBP, memenuhi kewajiban lingkungan, menggaji karyawan, hingga memberikan CSR kepada masyarakat.

Yang mereka takutkan adalah ketika kepastian hukum berubah menjadi kepastian negosiasi.

Kalau setiap usaha yang berdiri, setiap peluang yang diambil, setiap bangunan yang dibangun selalu diawali dengan pertanyaan:

“Sudah ketemu celah belum?”

Maka yang sedang dibangun bukan iklim investasi.

Melainkan iklim ketakutan.

Kontrol sosial adalah hak setiap warga negara.

Namun kontrol sosial akan kehilangan kehormatannya ketika berubah menjadi alat untuk mencari keuntungan pribadi.

Lebih berbahaya lagi apabila pelaku usaha mulai berpikir bahwa yang paling mahal bukan biaya investasi, melainkan biaya menghadapi orang-orang yang datang setelah investasi dimulai.

Jangan salahkan investor bila akhirnya memilih daerah lain.

Karena modal memiliki satu sifat.

Ia selalu mencari tempat yang paling aman.

Yang rugi bukan hanya pengusaha.

Yang rugi adalah buruh yang kehilangan kesempatan bekerja.

Warung yang kehilangan pelanggan.

Daerah yang kehilangan pajak.

Dan generasi muda yang kehilangan harapan.

Sudah waktunya semua pihak sepakat pada prinsip untuk mendukung investasi yang memberikan Kontribusi kepada daerah dan Mulai Bertanya , “Apa yang sudah kita perbuat untuk negeri ini agar turut memberikan solusi atas beragam permasalahan yang terjadi.”

Jangan biarkan orang yang berusaha membangun justru sibuk membangun benteng untuk melindungi dirinya sendiri.

Karena sebuah daerah tidak akan maju jika investor lebih sering membawa map berisi klarifikasi daripada proposal pengembangan usaha.

Investasi yang taat hukum harus dilindungi. Pengawasan yang jujur harus dihormati. Tetapi siapa pun yang menyalahgunakan proses hukum atau kontrol sosial untuk kepentingan pribadi, jika terbukti, juga harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum.

Sebab negara hukum dibangun di atas keadilan, bukan rasa takut.(Mr)