Longsor dan Banjir Kembali Landa Jepara

oleh -986 Dilihat
Foto: Warga Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorojo, berjibaku di tengah tingginya air banjir, Kamis (08-02-2018). (Istimewa)

Jepara, ISKNEWS.COM – Hujan deras yang melanda wilayah Jepara, Kamis (08-02-2018) kembali menyebabkan banjir dan tanah longsor. Banjir setinggi 2 meter dilaporkan melanda Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorojo. Sementara satu rumah rusak berat lantaran diterjang longsor di Desa Pancur, Kecamatan Mayong.

Adalah rumah Miftah yang berada di Desa Pancur RT 06/RW 02, Kecamatan Mayong yang rusak berat, lantaran separuh bagian rumahnya ambrol karena longsor. Hujan deras yang turun menyebabkan kontur tanah labil sehingga longsor.

Anggota BPBD Jepara, M Zainudin mengungkapkan, rumah korban yang longsor dihuni oleh lima orang yakni Miftah, Amalia dan tiga anaknya masing-masing Mala, Ilham dan Livia. Kejadian tanah longsor sekitar pukul 05.00 WIB.

“Waktu itu kondisinya masih hujan. Untung kelima korban sudah mengantisipasi karena tembok kamar agak retak. Jadi waktu kejadian korban sudah diluar rumah. Pondasinya roboh jadi separuh rumah ikut roboh,” ujarnya, Kamis (08-02-2018).

Foto: Sebuah rumah lantak dihantam bencana tanah longsor di Desa Pancur, Kecamatan Mayong. (Istimewa)

Sementara itu, banjir setinggi sekitar 2 meter yang melanda Dukuh Tempur, Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorojo, menggenangi rumah warga dan beberapa fasilitas publik seperti sekolah. Dua gedung sekolah yakni MI 2 Sumberrejo dan MTs juga turut terendam air.

Menurut Camat Donorojo, Sutana, air mulai masuk dan meninggi sekitar pukul 05.00 WIB. Puncaknya sekitar pukul 06.00 WIB, di beberapa titik ketinggian air bisa mencapai 3 meter. Akan tetapi, mulai pukul 09.00 air mulai surut.

“Air ini berasal dari pertemuan tiga sungai yakni Sungai Pasokan, sungai dari Dukuh Gingsing dan sungai dari Desa Jugo. Karena debit air terlalu besar, sehingga tidak mampu ditampung dan meluber ke pemukiman warga,” ujar Sutana.

Banjir yang melanda tersebut, kata Sutana, setidaknya terdampak di lima RT yakni RT 11, RT 21, RT 22 RT 31 dan RT 32. “Yang terparah di lima RT itu, tidak semua wilayah di Dukuh Tempur terkena banjir. Hanya saja setelah air di Sumberrejo surut, gantian yang terdampak yakni Desa Ciketing karena air dari Sumberrejo turun ke Clering.”

Lebih lanjut Sutana mengungkapkan, kondisi ini akan sering terjadi jika tidak ditangani. Yang perlu dilakukan, katanya, yakni membuat sodetan di Sungai Pasokan agar jika debit air tinggi, air tidak meluber dan menggenangi rumah warga.

“Ini hampir terjadi tiap tahun jika curah hujan tinggi. Yang perlu dilakukan yakni membuat sodetan di Sungai Pasokan,” tandasnya.

Kepala BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto menyebut, pihaknya sudah menerjunkan tim assessment ke lokasi bencana. “Tim kami selain membantu evakuasi, juga mendata dampak dan mencari solusi agar air cepat surut.” (ZA/AM)

No More Posts Available.

No more pages to load.