Perempuan Rentan Jadi Penyebab Tindakan Korupsi Maupun Suap

by

Semarang – Kaum perempuan mempunyai peran penting dan efektif dalam mencegah dan memberantas kejahatan korupsi. Namun demikian, perempuan juga rentan menjadi penyebab terjadinya korupsi maupun suap.

“Dalam kajian yang dilakukan KPK, 80 persen anak memperoleh pendidikan tentang berbagai sikap dan perilaku dari ibunya. Tetapi hanya empat persen yang mengajarkan kejujuran,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan pada acara pelatihan fasilitator gerakan ‘Saya Perempuan Anti Korupsi’ (SPAK) di Hotel Santika Semarang, Kamis (6/10).

TRENDING :  Rakor Alih Kewenangan Bidang Pendidikan Menengah Dari Kabupaten/Kota Ke Provinsi

Menurutnya, pendidikan kejujuran, pola hidup tidak konsumtif, serta ketaatan pada prinsip-prinsip yang baik sangat tepat dimulai dari lingkungan keluarga sebagai tingkat masyarakat paling kecil. Dalam hal ini, peran SPAK sangat penting untuk menjaga diri sendiri dan keluarga dari tindak korupsi.

Mantan Staf Ahli Bidang Sosial dan Politik Kapolri berpangkat Irjen tersebut menyebutkan, berdasarkan data KPK, dari sekitar 40 persen tersangka tindak pidana korupsi yang ditangkap KPK, sepuluh persennya adalah perempuan, termasuk dari Jawa Tengah. Mereka bisa sebagai pelaku utama atau hanya perantara karena ketidaktahuaanya tentang pencucian uang hasil korupsi dan modus lainnya.

TRENDING :  Pemprov Juga Sudah Kandangkan Mobil Dinas
KOMENTAR SEDULUR ISK :