Persiku Gagal Total, Yayat Sampaikan Permintaan Maaf

oleh
Persiku Kudus
Foto: Perkuat Persiku. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Gagalnya Persiku Kudus melaju ke babak delapan besar Liga 3 Jawa Tengah (Jateng) musim ini, menjadi pukulan telak bagi para penggemar sepak bola di Kota Kretek. Tak terkecuali bagi sang arsitek Hidayat yang kembali ditunjuk menangani klub berjuluk Macan Muria.

Penunjukkan pelatih yang akrab disapa Yayat sebelumnya menuai pro kontra. Pasalnya musim lalu Yayat juga menjadi pelatih Persiku. Kala itu tim besutannya hanya mampu finsih di babak enam besar. Sehingga terjadi penolakan dari berbagai pihak yang tidak setuju dirinya kembali menangani tim kebanggan warga Kudus ini.

Meski begitu Yayat akhirnya tetap kembali ditunjuk menjadi nahkoda Persiku musim 2018. Di bawah manajemen baru pimpinan Sukma Oni yang merupakan Dewan Pertimbangan Suporter Macan Muria (SMM), optimisme mencuat sejak awal musim dari berbagai pihak.

TRENDING :  Puluhan Jajanan di Pasar Brayung Diambil Sample, Hasilnya Mencengangkan

Sayangnya hasil yang ditorehkan Sugeng Riyadi dan kawan-kawan tak sesuai ekspektasi. Pada laga pembuka babak penyisihan grup A Persiku takluk 2-1 dari Persibara Banjarnegara. Ternyata itu menjadi awal petakan Laskar Macan Muria.

Tren negatif Persiku berlanjut hingga akhirnya memastikan gagal melaju ke perempatfinal usai dikalahkan Persipa 1-0 pada putaran kedua. Padahal sebelumnya ketika bertanding di Stadion Wergu Wetan Kudus, Persiku mampu menjungkalkan tetangganya itu dengan skor telak tujuh gol tanpa balas.

Persiku akhirnya tersingkir lebih awal dari perjuangan promosi ke Liga 2. Target promosi menjadi gagal total karena hanya terhenti di babak penyisihan. Bahkan prestasi Persiku musim ini menurun dibandingkan musim lalu yang mampu finish di babak enam besar.

TRENDING :  Program Toko Tani Dukung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Pokok

Pelatih Persiku Hidayat menyampaikan permintaan maaf atas kegagalan ini. “Kami mohon maaf kepada para suporter dan manajemen serta pendukung Persiku di mana pun. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi kenyataannya memang lawan yang kita hadapi sangat berat,” katanya, Kamis (26-04-2018).

Tergabung di Grup A, ungkapnya, merupakan grup neraka karena persaingan menjadi sangat ketat. Apalagi di grup A ada lima tim beda dengan grup lain. “Kalau kita tergabung di grup lain mungkin peluang lolos ke babak selanjutnya lebih besar,” bebernya.

TRENDING :  Anton dan Ardy Resmi Daftar Calon Ketua KONI Kudus

Menurutnya, persiapan Persibara dan Persekat Kabupaten Tegal sangat matang. Pemain dari kedua kesebelasan memiliki pengalaman di atas pemain Persiku. “Kami sudah berupaya menundukkan tim-tim tangguh, tapi hasil ternyata berkata lain,” imbuhnya.

Persiku sendiri masih menyisakan satu pertandingan menghadapi Persibara yang akan dihelat Minggu (29-04-2018) mendatang, di Stadion Kridosono Blora. Apapun hasilnya sudah tak lagi mempengaruhi, sebab Persbiara sudah memastikan lolos bnersama Persekat.

“Kami akan menampilkan permainan terbaik. Meski sudah tak dapat lolos, kami akan berjuang sekuat tenaga memberikan hadiah kemenangan terakhir musim iniuntuk pecinta Persiku,” pungkasnya. (MK/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :