Tim Ombudsman RI Perwakilan Jateng Kunjungi Kantor Perpustakaan dan Arsip Kab. Kudus

oleh -1,194 kali dibaca
image
Perpustakaan Umum Kudus

Kudus, Isknews.com – (30/6/16) Ombudsman RI Kantor Perwakilan Jawa tengah melakukan kunjungan di Kabupaten Kudus untuk melakukan supervisi Unit  Pelayanan Publik (UPP).
Selama berada di kabupaten Kudus selain ke Kantor Perpustakaan dan Arsip daerah(PERPUSARDA) juga mengunjungi beberapa instansi dan SKPD di Kabupaten Kudus yang berkaitan dengan pelayanan publik. 

Tepat jam 09.00 WIB Tim Ombudsman RI  tersebut diterima oleh Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip daerah Kabupaten Kudus Nanang Usdiarto MT. Di dampingi Ka.sie Arsip Mutrikah Tika SH dan juga para pegawai. Sementara Tim yang berjumlah 5 orang ini sempat mengunjungi gedung Perpustakaan Daerah serta ruang Arsip ” 

image

Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip daerah Kabupaten Kudus Nanang Usdiarto MT saat di temui Isknews.com fi ruang kerja nya menjelaskan bahwa sebelum kedatangan TIM pemantau dari Ombudsman, maka sudah di adakan nya Bimbingan Teknis Bintek di pendopo Kabupaten Kudus, tepatnya gedung sekda, selain memantau juga memberikan penilaian langsung kepada SKPD terkait tentang pelayanan publik. Sehingga nantinya dari tiap SKPD mendapat tiga Kategori diantaranya jelek, (merah) sedang (kuning) dan baik (hijau).

Pihak perwakilan Ombudsman Republik Indonesia  mempunyai tugas utama menjembatani permasalahan antara Pemerintah Daerah dengan masyarakat. ” Selama ini bila terjadi konflik antara masyarakat dengan pemerintah daerah, lebih banyak muncul di media massa dengan opini saling membenarkan sendiri dan berakhir tidak saling memuaskan, ” jelasnya.

” Padahal disatu sisi kadang masyarakat tidak paham atau belum tahu aturan, sementara pemerintah daerah kurang menyosialisasikan peraturan yang ada. Untuk itu Ombudsman  akan berusaha mencari akar terjadinya konflik untuk dipahami bersama dan jalan keluar yang terbaik, ” katanya

Untuk itu Ombudsman berharap  bila terjadi konflik, bisa diselesaikan dengan duduk bersama mencari akar permasalahan dan mencari aturan hukum yang ada. Di samping itu juga jangan sampai laporan masyarakat langsung ditanggapi lewat media, karena itu akan membuat imej yang akan dipegang masyarakat sebagai pembenar padahal permasalahan belum jelas. Lebih baik panggil kedua belah pihak dalam satu meja dengan santai dan cari jalan keluar yang bisa diterima, ” papar Ketua Tim Ombudsman.

Sesuai tugas dan fungsinya Ombudsman Republik Indonesia merupakan suatu lembaga yang dibentuk untuk menghadapi penyalahgunaan kekuasaan oleh aparatur pemerintah dan membantu aparatur agar melaksanakan pemerintahan secara efisien dan adil, juga untuk mendorong pemegang kekuasaan melaksanakan pertanggungjawaban serta pelayanan secara baik. Umumnya ombudsman dikenal sebagai lembaga independen yang menerima dan meyelidiki keluhan-keluhan masyarakat yang menjadi korban kesalahan administrasi publik.(Jivan)

KOMENTAR SEDULUR ISK :