2 Juta Liter Air Bersih Disiapkan Antisipasi Kekeringan Di Wilayah Kudus

oleh -1,268 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Dari 132 jumlah desa di wilayah Kabupaten Kudus, beberapa desa merupakan Desa-desa yang masuk dalam peta wilayah daerah rawan kekeringan,  hal itu terjadi akibat kondisi geografis daerah memang tidak mendukung tersedianya air yang cukup saat musim kemarau.

Saat ini tercatat ada sekitar 20 desa yang tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Kaliwungu, Undaan, Jekulo dan Mejobo dengan Desa yang masuk kategori rawan kekurangan air bersih,.

Di Kecamatan Kaliwungu Desa yang perlu di cermati adalah, Blimbing Kidul, Setrokalangan, Kedungdowo, Papringan, Banget, dan Sidorekso.

Di wilayah Kecamatan Undaan, Desa Kutuk, Glagahwaru, Terangmas, Lambangan, serta di Kecamatan Jekulo, Desa Sidomulyo, Desa Pladen, Desa Sadang, Bulung Kulon, Bulung Cangkring (Jecamatan Jekulo) dan di Kecamatan Mejobo, meliputi Desa Temulus, Hadiwarno, Kesambi, Jojo dan Payaman.

Untuk antisipasi daerah rawan kekurangan air bersih, maka BPBD Kudus setiap tahunnya selalu menyediakan anggaran untuk penyediaan air bersih. Pada tahun 2017 ini dialokasikan dana sebesar Rp100 juta yang bisa digunakan untuk menyediakan air bersih hingga 2 juta liter lebih.

Bagi mengantisipasi  kondisi  rawan kekeringan BPBD mengadakan nota kesepakatan dengan PDAM Kudus terkait penyediaan air bersih bagi suplai air bersih kepada wilayah rawan kekeringan untuk dimanfaatkan bagi  warga yang membutuhkan.

Nantinya di lokasi-lokasi kekeringan akan disediakan bak penampung air bersih portable dari BPBD, sebab kalau bak di buat permanen justru tidak akan terawat sehingga saat dibutuhkan justru tidak bisa dimanfaatkan, tersedianya bak penampungan agar mempercepat proses distribusi air bersih, karena bisa dilakukan beberapa kali dalam sehari.

 

 

Menurut dia, cara lainnya adalah dengan menyediakan jaringan pipa PDAM ke desa yang masuk kategori daerah rawan bencana kekurangan air bersih dan solusi yang lain adalah dengan mengaktifkan kembali keberadaan sumur Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) karena dana yang dimiliki pemerintah desa saat ini cukup besar.

Jika sebelumnya terkendala biaya untuk mengoperasikannya, kini sudah banyak desa yang memanfaatkan Pamsimas untuk mengatasi kesulitan air bersih pada musim kemarau. Sejumlah desa yang sebelumnya menjadi daerah rawan kekurangan air bersih, kini dengan tersedianya pipa jaringan PDAM tidak lagi khawatir kesulitan air saat kemarau.

Desa di Kabupaten Kudus, juga ada yang mendapatkan bantuan sumur beserta bak penampung air berkapasitas besar dari perusahaan. Hal itu terlihat di Desa Terban, Kecamatan Jati terdapat beberapa desa yang mendapatkan bantuan sumur beserta bak penampungnya dari perusahaan swasta, sehingga setiap harinya warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih.

Tercatat ada empat bangunan sumur beserta bak penampungnya, sehingga warga sekitar tidak perlu lagi khawatir setiap musim kemarau.  Beberapa perusahaan di Kudus juga digandeng dalam membantu penyediaan air bersih yang setiap tahunnya sering melanda beberapa daerah rawan di Kudus.

Pemetaan untuk daerah yang akan dibantu oleh masing-masing perusahaan sudah kami buat, sehingga masyarakat yang hendak meminta bantuan air bersih cukup menghubungi perusahaan setempat.

Perusahaan yang siap membantu menyediakan air bersih untuk masyarakat yang kesulitan air bersih, meliputi PT Djarum, PT Pura, PR Sukun dan PT Nojorono. Dengan demikian, masyarakat memiliki pilihan dalam mengajukan bantuan air bersih karena bisa diajukan ke pemerintah atau perusahaan.

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.