40 Ribu Vaksin Pfizer yang Diterima Kudus Disuntikan khusus untuk Lansia

oleh -299 Dilihat
Dokter di Kudus sebelum menyuntikkan vaksinasi covid-19 ke warga

Kudus, isknews.com – Kabupaten Kudus mendapatkan dropping 40 ribu dosis vaksin jenis Pfizer Kamis (28/10/2021) lalu. Hal ini dimaksudkan untuk menggenjot vaksinasi Covid-19 untuk lansia di Kota Kretek.

Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, puluhan ribu vaksin jenis pfizer akan disuntikan untuk lansia sebagai dosis pertama.

“Pfizer bisa kita suntikkan untuk lansia sebagai dosis pertama,” jelas Hartopo rakor musim penghujan, Selasa (2/11/2021).

Lebih lanjut, Kabupaten Kudus kedatangan vaksin jenis pfizer pada hari Kamis lalu. Targetnya, lanjut Hartopo, dengan disuntiknya vaksin pfizer bagi lansia yang totalnya ada 71.098 orang, 50 persen diantaranya sudah disuntik vaksin. Meski sampai saat ini, capaian vaksinasi lansia baru 36 persen.

“Hari Kamis lalu kita kedatangan 40 ribu dosis. Sementara kita fokuskan untuk lansia,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo mengukapkan, untuk melancarkan program vaksinasi bagi lansia ini, pihaknya meminta kepada semua masyarakat Kudus, jika di dalam keluarganya ada lansia, bisa didampingi supaya bisa mendapatkan vaksin.

“Lansia rata-rata takut atau tidak mau mendapatkan vaksin. Ada juga yang beralasan keterbatasan akses, harusnya ada pendampingan. Banyak yang tidak mendapatkan perhatian keluarganya. Ini perlu melakukan edukasi kepada masyarakat, keluarga yang memiliki lansia untuk bisa mendampingi lansia agar bisa mendapatkan vaksin,” katanya.

Lanjut Badai, untuk ke depannya capaian vaksinasi lansia bisa mencapai lebih dari 50 persen di minggu ke dua bulan November ini. Pihaknya pun terus melakukan kerjasama dengan pemerintah desa dan semua pihak agar bisa membantu lansia mendapatkan prioritas vaksin.

“Mudah-mudahan itu bisa tersampaikan ke lansia,” harapanya.

Di tempat yang sama, Kasi Surveilens dan Imunisasi DKK Kudus Aniq Fuad menjelaskan, jika puluhan ribu vaksin tersebut sudah didistribusikan ke fasilitas kesehatan di Kudus. Baik ke rumah sakit, klinik, maupun puskesmas.

“Itu peruntukannya satu bulan ke depan harus habis. Karena penyimpanannya harus minus 20 derajat. Kalau minus 20 derajat itu harus satu bulan habis. Kalau tidak habis, rusak,” terangnya.

Oleh karena itu, Aniq pun mulai menyosialisasikan agar vaksin Pfizer ini bisa segera disuntikkan. Hanya saja, ada kekhawatiran bila difokuskan ke lansia dengan cakupan yang sedikit, tidak segera habis.

“Lah ini ada dilema, kalau tak kasih ke lansia, kalau cakupan lansia sedikit kan tidak habis-habis. Kalau masyarakat umum nanti lansianya lupa,” khawatirnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.