Oto Contest 2025 SMK Bhakti Kudus, 93 Peserta Adu Kreativitas di Momen Launching Mechanical Engineering

oleh -536 Dilihat
Suasana meriah tampak di halaman SMK Bhakti Kudus saat pelaksanaan Oto Contest 2025, Sabtu (25/10/2025). Sebanyak 93 peserta unjuk kreativitas memamerkan hasil modifikasi motor mereka, sekaligus memeriahkan launching program keahlian baru Mechanical Engineering. (Foto : YM)

Kudus, isknews.com – Bukan sekadar adu tampilan motor, ajang Oto Contest yang digelar di halaman SMK Bhakti Kudus, Sabtu (25/10/2025), menjadi panggung pembuktian kreativitas dan keterampilan pelajar teknik dalam dunia otomotif.

Acara ini dilaksanakan dalam rangka launching program keahlian baru Mechanical Engineering atau Teknik Mesin Industri di SMK Bhakti Kudus.

Juru bicara Panitia Oto Contest yang juga instruktur di Bengkel otomotif SMK Bhakti Kudus, Susanto Wijoyo, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung bagi siswa agar siap menghadapi tantangan industri otomotif masa kini.

“Dari pagi jam delapan sampai jam sebelas ada launching jurusan baru, kemudian dilanjutkan Oto Contest sampai sore jam enam,” ujarnya.

Menurut Susanto, sebanyak 93 peserta ambil bagian dalam kompetisi tersebut, terdiri dari 80 persen pelajar dan 20 persen peserta umum dari luar sekolah.

“Kami ingin memberikan ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam merakit, memodifikasi, dan mempercantik motor sesuai kreativitas,” tambahnya.

Ia menuturkan, lomba dimulai pukul 13.00 hingga 20.00 WIB dengan berbagai kelas dan kategori menarik. Untuk kelas umum meliputi Matic/Non Matic Daily Use, CB/GL/MP/Tiger Daily Use, serta 2 Tak Series.

Selain itu, terdapat kelas meet up dan kategori tambahan seperti The Best Painting, The Best Carbon, The Best Crom, The Best Modif Low Budget, The Best Yamaha, The Best Honda, The Best Kawasaki, dan The Best Pick Up SMK Bhakti.

“Penilaian juri bersifat final dan mutlak, jadi setiap peserta harus benar-benar mempersiapkan motornya sebaik mungkin,” jelasnya.

Susanto menambahkan, para pemenang akan memperebutkan trofi, sertifikat, serta uang pembinaan, di mana juara 1–3 berhak mendapat fresh money, sementara peringkat 4–5 dan kategori The Best akan menerima trofi dan sertifikat.

“Selain memacu kreativitas, kami juga ingin menumbuhkan jiwa kompetitif dan sportivitas di kalangan pelajar teknik,” katanya.

Sejunlah juri sedang melakukan penilaian kepada sejumlah motor peserta berbagai kelas dan kategori seperti di kelas umum meliputi Matic/Non Matic Daily Use, CB/GL/MP/Tiger Daily Use, serta 2 Tak Series. Kelas meet up dan kategori tambahan seperti The Best Painting, The Best Carbon, The Best Crom, The Best Modif Low Budget, The Best Yamaha, The Best Honda, The Best Kawasaki, dan The Best Pick Up SMK Bhakti. (Foto: YM)

Antusiasme peserta dan penonton begitu tinggi hingga lokasi kegiatan sempat penuh sesak. Panitia bahkan terpaksa membatasi jumlah motor yang dapat mengikuti perlombaan.

“Antusiasmenya luar biasa, dari siang sampai sore masih banyak yang datang ingin ikut, tapi karena tempat terbatas, kami batasi,” ujarnya.

Satu di antara peserta, Norima Ilham Agil, siswa kelas XII Jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) SMK Bhakti Kudus, membawa dua sepeda motor untuk mengikuti Oto Contest kali ini — satu jenis GL Series dan satu lagi motor matic.

Oto Contest kali ini menjadi kejuaraan di bidang otomotif kedua yang diikuti oleh Agil. Ia mengikuti kategori Matic/Non Matic Daily Use serta CB/GL/MP/Tiger Daily Use.

“Seru karena hanya di SMK Bhakti adanya Oto Contest di Kabupaten Kudus. Di sekolah lain tidak ada. Bisa menambah wawasan dan kreativitas kita di bidang otomotif,” ujarnya.

Lebih dari sekadar lomba, Oto Contest menjadi media pembelajaran kontekstual bagi siswa jurusan teknik. Mereka dilatih untuk berpikir kreatif, berkolaborasi dalam tim, dan berkompetisi dengan sportif.

“Tujuannya agar mereka bisa mengasah kemampuan dan percaya diri menghadapi dunia industri,” jelas Susanto.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan SMK Bhakti Kudus sebagai ajang inovasi dan pembentukan karakter generasi muda di bidang otomotif.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan vokasi mampu mencetak siswa yang kompeten, kreatif, dan siap bersaing,” pungkasnya. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.