Literasi Keuangan di Sekolah, Kudus Canangkan Gerakan Pelajar Giat Menabung

oleh -421 Dilihat
Anggota Komisi XI DPR RI sekaligus anggota Badan Supervisi OJK, Mustafa yang turut hadir diperingatan Hari PGRI dan Hari Guru ke-80 di Kabupaten Kudus menjadi momentum penting bagi penguatan literasi keuangan pelajar. (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Peringatan Hari PGRI dan Hari Guru ke-80 di Kabupaten Kudus menjadi momentum penting bagi penguatan literasi keuangan pelajar.

Dalam acara yang digelar Senin (25/11/2025), Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong edukasi keuangan sejak dini dan menjaga para pelajar dari ancaman pinjaman online serta judi online.

Bupati Sam’ani menyampaikan terima kasih kepada para guru yang disebutnya sebagai garda terdepan pendidikan.

“Terima kasih kepada Bapak-Ibu Guru yang telah membersamai kita semua, mendidik anak didiknya hingga ada yang menjadi bupati, DPR, bankir, sampai pejabat OJK. Semua itu karena ketulusan para guru,” ujarnya.

Bupati menegaskan bahwa edukasi literasi keuangan menjadi agenda penting, termasuk melalui kolaborasi dengan BPR Agung Sejahtera dan OJK.

Ia mendorong agar program Mandiri Bank Garuda (MBG) dimanfaatkan untuk membentuk kebiasaan menabung sejak usia sekolah.

“Dengan adanya MBG, apabila anak-anak memiliki sisa uang saku, silakan ditabung melalui tabungan pelajar. Hindari pinjaman online dan juga judi online,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Pemkab akan memantau partisipasi pelajar dalam kegiatan menabung serta dampaknya terhadap perubahan perilaku, khususnya untuk mencegah kenakalan dan kebiasaan boros.

Bupati juga mengapresiasi peran Mustafa yang selama ini mendampingi gerakan literasi keuangan di Kudus.

“Dari Kudus, gerakan ini berkembang hingga tingkat nasional dan bahkan mendunia,” ungkapnya.

Sementara itu, Mustafa yang merupakan Anggota Komisi XI DPR RI sekaligus anggota Badan Supervisi OJK menyampaikan apresiasi terhadap Pemkab Kudus, yang menurutnya mampu menjadi inspirasi nasional dalam penguatan pendidikan dan literasi keuangan.

“Saya berharap Kudus dapat menjadi kabupaten yang menginspirasi Indonesia. Dulu tagline saya: Kudus menjadi ‘Paku Bumi Pendidikan’,” ujarnya.

Menurut Mustafa, kedisiplinan adalah kunci agar anak-anak bisa merdeka secara finansial di masa depan.

Disiplin menabung sejak dini dinilai menjadi fondasi penting bagi perencanaan keuangan yang sehat.

Ia juga menilai Bupati Sam’ani sebagai figur yang mampu memberi teladan bagi dunia pendidikan.

“Pemimpin belum tentu guru yang baik. Guru yang baik adalah yang memberi teladan. Dan dua-duanya ada pada beliau,” tuturnya. (YM/YM)