RSUD Pastikan Pembangunan Gedung Kudus Sehat Berjalan Transparan dan Utamakan Kualitas

oleh -276 Dilihat
RSUD Kudus saat menggelar Pers Conference pada Senin (8/6/2026).

Kudus, isknews.com – Pembangunan Gedung Kudus Sehat dengan nilai kontrak Rp91,4 miliar terus menjadi perhatian masyarakat di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat. Menanggapi berbagai sorotan tersebut, manajemen RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus memastikan seluruh tahapan proyek telah dilaksanakan sesuai prosedur, mengedepankan transparansi, serta berorientasi pada kualitas bangunan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan Gedung Kudus Sehat, Dr. Achmat Luthfi Yakim, M.K.M., mengatakan seluruh proses proyek hingga saat ini berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Menurutnya, berbagai perizinan dan koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan agar pembangunan dapat selesai sesuai target.

“Semua proses sedang berjalan. Baik terkait perizinan maupun koordinasi dengan instansi terkait terus kami lakukan. Kami berupaya agar pembangunan Kudus Sehat ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ujarnya saat jumpa pers di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Senin (8/6/2026).

Sementara itu, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Edi Susanto, S.Kep., Ns., menjelaskan bahwa pihak rumah sakit memahami munculnya perhatian publik terhadap proyek tersebut karena berlangsung di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

Menurut Edi, kondisi tersebut justru menjadi motivasi bagi manajemen rumah sakit untuk memastikan pembangunan dilakukan secara akuntabel dan menghasilkan bangunan yang berkualitas.

“Karena ini merupakan proyek besar di tengah kebijakan efisiensi anggaran, tentu menjadi perhatian masyarakat. Oleh karena itu kami berkomitmen agar pelaksanaan pembangunan benar-benar berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Ia menjelaskan, sejak tahap perencanaan RSUD Kudus telah melibatkan tenaga ahli independen untuk melakukan review terhadap Detail Engineering Design (DED), Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta dokumen teknis lainnya sebelum proses lelang dilaksanakan.

Hasil kajian tersebut menghasilkan efisiensi anggaran yang cukup signifikan. Nilai proyek yang semula tercantum dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) sebesar Rp110 miliar berhasil ditekan menjadi Rp99,6 miliar setelah dilakukan evaluasi teknis.

“Dari hasil review terdapat efisiensi yang cukup besar. Selanjutnya proses pemilihan penyedia dilakukan sesuai ketentuan dan menghasilkan pemenang dengan nilai kontrak Rp91,4 miliar,” jelas Edi.

Ia menegaskan bahwa pemilihan penyedia jasa tidak semata-mata didasarkan pada penawaran harga terendah. Menurutnya, aspek kualitas pekerjaan menjadi pertimbangan utama mengingat bangunan tersebut akan digunakan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan dalam jangka panjang.

“Kami tidak hanya mencari harga yang paling murah. Yang terpenting adalah kualitas pekerjaan tetap terjamin dengan harga yang wajar sehingga bangunan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Edi juga menjelaskan perkembangan rencana pembangunan skybridge yang akan menjadi fasilitas penunjang Gedung Kudus Sehat. Skybridge tersebut dirancang sebagai penghubung antara gedung baru dengan area rumah sakit yang sudah ada.

Ia mengungkapkan bahwa komunikasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait penggunaan sebagian lahan telah dilakukan sejak tahun 2025. Namun, desain skybridge masih dalam tahap penyempurnaan setelah adanya sejumlah masukan dari pihak PT KAI.

“Desain awal memiliki bentang yang cukup panjang dan sebagian melintasi lahan PT KAI. Setelah dilakukan koordinasi, desain tersebut perlu disesuaikan sehingga saat ini sedang direvisi oleh konsultan perencana,” terang Edi.

Karena desain akhir belum ditetapkan, proses penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT KAI juga masih menunggu kepastian titik lahan yang akan digunakan.

Menurutnya, setelah desain final selesai, barulah proses kerja sama, perizinan, serta tahapan administrasi lainnya dapat dilaksanakan secara lengkap.

Meski demikian, Edi memastikan bahwa pembangunan gedung utama Kudus Sehat tidak terganggu oleh proses penyesuaian desain skybridge. Pekerjaan konstruksi utama tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. (AS/YM)