Kudus, isknews.com – Bawaslu Kabupaten Kudus mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam mengawal jalannya demokrasi. Ajakan tersebut disampaikan melalui kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif yang digelar di SMA NU Al-Ma’ruf Kudus, Selasa (9/6/2026), sebagai upaya membekali para pelajar dengan pemahaman tentang pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses pemilu.
Kegiatan yang melibatkan siswa kelas X dan XI tersebut menjadi bagian dari program pendidikan demokrasi yang terus digencarkan Bawaslu Kudus. Para peserta merupakan calon pemilih pemula yang nantinya akan memiliki peran penting dalam menentukan arah demokrasi pada Pemilu dan Pilkada mendatang.
Pihak SMA NU Al-Ma’ruf Kudus menyambut baik kegiatan tersebut. Sekolah berharap para siswa tidak hanya memahami hak dan kewajibannya sebagai pemilih, tetapi juga memiliki kesadaran untuk turut menjaga kualitas demokrasi di lingkungan sekitarnya.
Sosialisasi menghadirkan Anggota Bawaslu Kudus Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas, Naily Faila Saufa, serta Kader Pengawas Partisipatif Pioneer Kabupaten Kudus, Eka Rizqiana, sebagai pemateri.
Dalam kesempatan tersebut, Naily menyoroti besarnya pengaruh generasi muda dalam kontestasi demokrasi mendatang. Menurutnya, kelompok milenial dan generasi Z saat ini mendominasi jumlah pemilih sehingga memiliki posisi strategis dalam menentukan masa depan bangsa.
Ia menjelaskan bahwa suara anak muda tidak hanya menentukan siapa yang terpilih dalam pemilu, tetapi juga akan berpengaruh terhadap arah kebijakan yang dijalankan pemerintah dalam beberapa tahun ke depan.
“Anak-anak muda saat ini adalah penentu kemenangan dan arah kebijakan negara lima tahun ke depan. Karena itu, gunakan hak pilih secara cerdas dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Naily juga mengingatkan para siswa agar mempersiapkan diri menjadi pemilih yang cerdas. Salah satunya dengan memastikan telah terdaftar dalam daftar pemilih, mempelajari rekam jejak kandidat, serta memahami visi dan misi calon sebelum memberikan suara.
Selain itu, ia menekankan pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi yang beredar melalui media sosial. Menurutnya, generasi muda harus mampu memilah informasi agar tidak mudah terpengaruh hoaks, ujaran kebencian, maupun kampanye hitam.
Lebih lanjut, Naily mengajak para pelajar untuk tidak bersikap acuh terhadap proses demokrasi. Ia menilai keterlibatan aktif masyarakat, terutama generasi muda, menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas pemilu.
“Jangan apatis terhadap demokrasi. Generasi muda harus ikut menjaga demokrasi bangsa, salah satunya melalui pengawasan partisipatif,” tegasnya.
Pada sesi berikutnya, Eka Rizqiana memperkenalkan konsep pengawasan partisipatif yang selama ini dikembangkan Bawaslu. Menurutnya, pengawasan tidak hanya menjadi tugas penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat luas.
Eka menjelaskan bahwa generasi muda memiliki berbagai keunggulan yang dapat dimanfaatkan untuk mengawal proses demokrasi, mulai dari kemampuan memanfaatkan teknologi digital, sikap kritis terhadap isu publik, hingga jejaring sosial yang luas.
Ia menerangkan bahwa pengawasan partisipatif merupakan bentuk keterlibatan masyarakat dalam mengawasi setiap tahapan pemilu secara sukarela tanpa harus menjadi bagian dari lembaga penyelenggara.
“Pengawasan partisipatif bertujuan mencegah pelanggaran Pemilu, meningkatkan transparansi publik, dan memastikan setiap suara masyarakat terlindungi dari berbagai bentuk kecurangan,” jelasnya.
Dalam paparannya, Eka juga mengajak para siswa untuk aktif mengawasi ruang digital dari penyebaran informasi palsu, menolak praktik politik uang, serta ikut memantau potensi pelanggaran selama masa kampanye hingga pemungutan suara.
Selain memperkenalkan konsep pengawasan partisipatif, Bawaslu juga mengenalkan berbagai program yang dapat diikuti oleh generasi muda, termasuk mekanisme pelaporan apabila menemukan dugaan pelanggaran pemilu.
“Menjaga demokrasi bukan hanya tugas Bawaslu, tetapi tanggung jawab bersama. Generasi muda harus menjadi bagian dari pengawas partisipatif demi menjaga suara bangsa,” kata Eka.
Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Kudus berharap para siswa dapat tumbuh menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu menjadi bagian dari gerakan pengawasan partisipatif guna mewujudkan demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas. (AS/YM)







