Spektakuler! 680 Penari Bakal Pecahkan Rekor MURI di Hari Jadi Kudus ke-477

oleh -91 Dilihat
Gambar ilustrasi Image generated Tarian Massal Lajur Caping Kalo yang bakal digelar di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus pada 26 Spetember besok (isknews.com)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Latihan intens kini tengah dilakukan setiap sore di area Pendapa Kabupaten Kudus. Ratusan penari terus mematangkan gerakan Tari Lajur Caping Kalo sebagai persiapan aksi kolosal yang bakal menjadi salah satu puncak perayaan Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-477 sekaligus membidik Rekor MURI.

Sebanyak 680 penari yang tergabung dalam 136 grup disiapkan untuk tampil secara serentak pada Sabtu (26/9/2026) pagi. Mereka akan bergerak dari halaman Pendapa Kabupaten Kudus hingga depan Air Mancur Kantor Bupati Kudus.

Latihan tersebut menjadi bagian dari persiapan untuk memastikan setiap gerakan dapat dilakukan secara kompak dan serempak. Pementasan massal ini diproyeksikan menjadi atraksi spektakuler yang menyedot perhatian masyarakat di pusat kota.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus, Eko Djumartono, menegaskan bahwa seluruh kemeriahan Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-477 dipersembahkan untuk masyarakat.

Menurutnya, pelibatan masyarakat secara luas dalam berbagai kegiatan seni dan budaya merupakan wujud nyata bahwa hari jadi adalah pesta bersama seluruh warga Kudus.

“Perayaan ini bukan hari jadinya para pejabat, tetapi hari jadinya seluruh warga Kabupaten Kudus,” tegas Eko.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Abdul Halil, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara matang.

Agenda diawali dengan kegiatan religi berupa Tahlil Massal dan Khotmil Qur’an pada Selasa (22/9/2026).

Puncak agenda budaya akan berlangsung pada Sabtu (26/9/2026) pagi. Sebanyak 680 penari akan tampil secara serentak membawakan Tari Lajur Caping Kalo dalam formasi kolosal.

Para penari berasal dari berbagai kalangan, mulai pelajar, masyarakat umum hingga para pegawai yang sebelumnya telah mengikuti sejumlah perlombaan.

“Pesertanya terdiri dari kalangan pelajar, umum, serta para pegawai yang sebelumnya telah mengikuti perlombaan,” kata Halil.

Pementasan Tari Lajur Caping Kalo tersebut tidak sekadar mengejar pencatatan Rekor MURI. Kegiatan ini juga diharapkan semakin menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya dan identitas daerah.

Caping Kalo sendiri merupakan penutup kepala tradisional khas Kudus yang memiliki nilai filosofis serta menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Kudus. Melalui pementasan kolosal tersebut, warisan budaya itu akan ditampilkan dalam kemasan yang lebih atraktif dengan melibatkan ratusan penari.

Tari Lajur Caping Kalo merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kudus bersama Yayasan Karya Bakti Nojorono dalam melestarikan warisan budaya daerah. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberadaan seni tradisi Kudus agar tetap hidup, dikenal, dan diwariskan kepada generasi muda.

Dengan melibatkan ratusan penari dalam satu pertunjukan, Tari Lajur Caping Kalo diharapkan tidak hanya menjadi atraksi dalam perayaan hari jadi, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Kudus kepada masyarakat yang lebih luas.

Kemeriahan Hari Jadi Kudus ke-477 kemudian berlanjut pada malam harinya. Masyarakat akan disuguhi panggung hiburan rakyat di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus dengan menghadirkan Charly & Band serta grup musik pop Jawa Guyon Waton.

Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aparat gabungan dari Polres Kudus, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP telah menyiapkan rekayasa lalu lintas serta sejumlah kantong parkir strategis.

Masyarakat diimbau datang lebih awal untuk menyaksikan langsung aksi kolosal tersebut. Jika pencatatan berjalan sesuai target, perayaan Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-477 bakal menjadi momentum penting bagi pelestarian budaya sekaligus menorehkan nama Kudus dalam Rekor MURI. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.