Pelaku Usaha Kopi Kudus Studi Banding ke Kampoeng Banaran

oleh -319 Dilihat

Kudus, isknews.com – Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) memiliki perhatian serius dalam permasalahan produk dan pengembangan kopi. Karena kopi adalah salah satu produk komoditi andalan, khususnya sentra penghasil kopi yang telah terkenal, yakni kopi muria, kopi jetak dan lainnya.

Guna menambah wawasan seputar permasalahan kopi mulai dari bibit, pengolahan, pengemasan hingga pemasarannya, Disbudpar dalam hal ini UPTD obyek Wisata Kudus baru-baru ini melakukan studi banding di Kampoeng Kopi Banaran, Jl. Raya Semarang ” Solo KM 35 Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (5-6/9/17) lalu.

Studi Banding diikuti dari pelaku usaha kopi, pengelola tiketing di pintu portal, graha muria hotel, pondok wisata, taman ria colo, dan perwakilan pokdarwis. Yang bertujuan meningkatkan Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas Serta Pariwisata Produk Kopi di Kabupaten Kudus. Pada studi banding ini, Pengelola kopi diajak melihat langsung perkebunan kopi, proses pengolahan kopi, penyortiran, pengemasan Kopi Banaran, serta Museum Kopi.

Mutrikah Tika, Kepala UPTD Obyek Wisata Colo kepada isknews.com (8/9/17) mengatakan, kegiatan ini untuk peningkatan SDM di UPTD Pengelola Obyek Wisata Kudus dan harapannya bisa membangun produk wisata di Kudus melalui sinergitas antara Pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.

Alasan kenapa study banding ke Kampung Kopi Banaran, Mutrikah beralasan, karena tempat tersebut merupakan salah satu destinasi wisata di Jawa Tengah yang selama ini telah berhasil mengembangkan obyek wisata dengan kekuatan hasil kebun kopinya yang dipadu dengan obyek wisata buatan dan kuliner. “intinya kita ingin melihat dari dekat manajemen pengembangan obyek wisata Kampung Kopi Banaran di PTPN IX yang ada di Bawen Jawa Tengah itu,” jelasnya.

Dikatakan Mutrikah, “Banyak sekali pengetahuan yang didapat dan membuat kita melek tentang pengolahan kopi. Apa yang didapat dalam studi banding ini, bisa kita terapkan di Kabupaten Kudus. Hal ini sesuai dengan konsep Kabupaten Kudus dalam pengembangan bisnis produk unggulan, yaitu kopi.

Ditambahkan, UPTD Obyek Wisata Kudus ingin tahu kiat-kiat nya, serta melihat dari dekat obyek yang sedang dikembangkan oleh Kampung Kopi Banaran, “Intinya kita terus semangat belajar, demi mengembangkan Obyek Wisata Colo, yang salah satu potensinya adalah Kopi Robusta.

“Hal ini menjadi daya tarik tersendiri untuk dipelajari manakala sudah berfikir tentang pengembangan obyek wisata, yang harus mensinergikan potensi yang dimiliki dengan kekuatan SDM sebagai pendukungnya dalam pengelolaan obyek wisata.” imbuhnya.

Ternyata teman-teman UPTD sendiri banyak juga yang punya kebun kopi sehingga pada waktu studi banding ke sana sekaligus bisa sekalian belajar tentang budidaya dan pengolahan kopi.

Diharapkan melalui studi banding ini, terus terjalin komunikasi, sehingga pengembangan produk kopi di Kudus bisa terkenal sehingga jadi destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi seperti Kopi Banaran. (AJ)

No More Posts Available.

No more pages to load.