Aini Chabibie: Tim Penggerak PKK kolaborasi Pemkab Fokus Turunkan Stunting di Kudus

oleh -912 kali dibaca
Foto: Dok. ist.

Kudus, isknews.com – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kudus berkolaborasi dengan Pemkab Kudus fokus untuk menurunkan angka stunting sekaligus mendorong penguatan kualitas kesehatan di kawasan Kudus. TP PKK juga menyiapkan beberapa kegiatan strategis untuk mendukung program Pemkab Kudus di bidang kesehatan keluarga dan kemasalahatan publik.

Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Kudus Hj. Aini Chabibie, mengungkapkan bahwa pihaknya terus mendorong perbaikan kualitas kesehatan dan kesejahteraan warga Kudus. Di antara fokus yang dikerjakan yakni penuruan angka stunting, dengan mengedukasi warga serta menggelar beberapa pelatihan.

“Kami fokus untuk peningkatan kualitas kesehatan dan penurunan angka stunting. Jadi, jika keluarga di Kudus sehat, angka stunting menurun, dalam jangka menengah dan panjang, maka ada lompatan perbaikan kesejahteraan warga,” ungkap Aini Chabibie kepada media ini, Senin (24/06).

Pada waktu ini, Tim Penggerak PKK menggelar pelatihan pembuatan menu untuk menekan angka stunting. Kegiatan ini sebagai upaya pengembangan Kedai Balita yang dibentuk pada setiap desa. Qurrotu Aini, Penjabat TP PKK Kabupaten Kudus, mengatakan bahwa pelatihan ini didasari karena upaya untuk menurunkan angka stunting di Kudus.

Pembuatan menu di Pendopo Belakang Kabupaten Kudus. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi angka stunting melalui Kedai Balita di tingkat desa. Angka stunting di Kabupaten Kudus saat ini mencapai mencapai 5,1%. “Kudus seharusnya capai zero stunting, ini yang menjadi pelejit kami di TP PKK Kabupaten Kudus,” ucap Aini Hasan Chabibie dalam program pelatihan yang dihadiri perwakilan tim PKK dari berbagai kecamatan di Kudus.

Pelatihan yang diselenggarakan di pendopo belakang Kabupaten tersebut dihadiri oleh pejabat dari OPD Pemkab Kudus terkait serta beberapa tokoh warga, dan diikuti sebanyak 50 peserta dari berbagai desa di Kabupaten Kudus. Selain itu, kurangnya pengetahuan orang tua terhadap makanan penekan angka stunting juga menjadi permasalahan yang serius.

“Maka dari itu, kedepan kami akan meluncurkan Kedai Balita di setiap desa di Kabupaten Kudus. Serta memberikan fasilitas dan modal untuk mendukung inisiatif ini,” lanjut Aini.

Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman orang tua terhadap gizi seimbang untuk anak-anak serta memberikan solusi konkret dalam upaya pencegahan stunting di Kota Kretek ini (AS/YM).

KOMENTAR SEDULUR ISK :