Kudus, isknews.com – Ajeng Nindita Ramadhani, seorang siswi kelas 6 SD asal DKI Jakarta, telah menjadi salah satu wajah muda di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Junior 2025 yang digelar di Supersoccer Arena, Kudus. Meskipun usianya baru 10 tahun, Ajeng telah menekuni olahraga panahan selama kurang lebih dua tahun dengan keseriusan yang patut diacungi jempol.
Ia mengaku tertarik karena panahan adalah olahraga yang unik dan berbeda dari lainnya.
“Aku suka panahan karena menarik dan beda dari olahraga lain. Tapi pas turnamen kadang suka deg-degan, khawatir lawannya kuat atau teknikku belum pas,” ujar Ajeng.
Untuk menjaga performanya, Ajeng rutin berlatih empat kali dalam seminggu. Beragam teknik ditekuni, mulai dari teknik menembak, holding, anchoring, release, hingga teknik holding after shoot. Latihan ini tak hanya membentuk kemampuan teknis, tapi juga ketahanan mental menghadapi tekanan kompetisi.
Ibunda Ajeng, Dwi, mengaku bangga dengan dedikasi sang anak. Ia menuturkan bahwa bakat Ajeng sudah terlihat sejak usia lima tahun, ketika ia piawai menggunakan mainan panahan di rumah.
“Dari kecil sudah kelihatan banget bakatnya. Karena itu saya ikutkan ke ekskul panahan di sekolah. Saya nggak khawatir karena di latihan ada SOP dan keamanannya jelas,” tutur Dwi.
Lebih dari itu, Dwi merasa bangga karena Ajeng menunjukkan keseriusan di usianya yang masih belia. “Kalau anak lain mungkin lebih suka main, Ajeng justru menunjukkan semangat luar biasa di bidang olahraga ini,” tambahnya.
Ajeng menjadi inspirasi bahwa prestasi bisa diraih sejak usia muda, selama ada kemauan, dukungan, dan disiplin tinggi. Keikutsertaannya di Kejurnas ini tak hanya sebagai ajang adu kemampuan, tapi juga pembuktian bahwa mimpi besar bisa dimulai dari langkah kecil. (Brillyant)






