Akses Wisata Rahtawu Mulus, Jalan Besito–Gebog Tuntas Diaspal DPUPR Kudus

oleh -416 Dilihat
DPUPR Kudus melakukan pengukuran hasil pekerjaan saat PHO pengaspalan Jalan Besito–Gebog, Rabu (24/12/2025), sebagai upaya meningkatkan akses menuju wisata Rahtawu. (Foto: ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Akses menuju kawasan wisata Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, kini semakin nyaman dilalui. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Kudus telah menuntaskan pengaspalan ruas Jalan Besito–Gebog, yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat akibat kondisi jalan bergelombang dan berlubang.

Selain Jalan Besito–Gebog, pengaspalan juga dilakukan pada ruas Jalan Pasar Besito–Karangmalang. Pekerjaan tersebut telah memasuki tahap serah terima hasil pekerjaan sementara atau Provisional Hand Over (PHO) dari pihak pelaksana, CV Dibi Eartama, kepada DPUPR Kudus, yang ditandai dengan pengukuran hasil pekerjaan pada Rabu (24/12/2025) sore.

Koordinator Lapangan (Korlap) Tim Pengawasan DPUPR Kabupaten Kudus, Eko Saputro, menjelaskan bahwa penyelesaian dua ruas jalan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur, khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

“Ruas Jalan Besito–Gebog ini merupakan jalur menuju kawasan wisata Rahtawu, sehingga kondisinya sangat vital. Sebelumnya sering dikeluhkan masyarakat karena rusak. Alhamdulillah sekarang sudah tuntas dilakukan pengaspalan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi serupa juga terjadi di ruas Jalan Pasar Besito–Karangmalang yang mengalami kerusakan ringan dan membutuhkan penanganan segera, mengingat kawasan tersebut merupakan jalur dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi.

Pengaspalan pada kedua ruas jalan tersebut menggunakan lapisan AC-WC (Asphalt Concrete–Wearing Course) dengan spesifikasi yang berbeda. Untuk ruas Jalan Besito–Gebog dikerjakan sepanjang 978 meter dengan lebar 6 meter. Sementara ruas Jalan Pasar Besito–Karangmalang memiliki panjang 1.183 meter dengan lebar bervariasi antara 3,5 hingga 4,5 meter.

Dari sisi anggaran, Eko menyebut nilai pagu masing-masing paket pekerjaan juga berbeda. Ruas Jalan Pasar Besito–Karangmalang memiliki pagu sekitar Rp300 juta, sedangkan ruas Jalan Besito–Gebog mencapai Rp1 miliar.

Meski telah dilakukan PHO, Eko menegaskan bahwa kedua paket pekerjaan tersebut masih berada dalam masa kontrak hingga 27 Desember 2025. Penyelesaian lebih awal ini diharapkan memberikan dampak positif bagi kelancaran aktivitas masyarakat.

“Pekerjaan ini selesai lebih cepat dari target. Harapannya jalan bisa lebih awet dan tahan lama, sehingga mobilitas warga maupun wisatawan tidak terganggu,” ungkapnya.

Menurutnya, konstruksi jalan dengan lapisan AC-WC diklaim mampu bertahan hingga lima tahun apabila dirawat dengan baik dan digunakan sesuai peruntukannya.

Sementara itu, Pelaksana CV Dibi Eartama, Dani Pramudi, mengaku selama proses pengerjaan tidak menemui kendala berarti. Namun, tingginya kepadatan lalu lintas sempat menjadi tantangan, terutama di ruas Jalan Pasar Besito–Karangmalang yang berada di kawasan pasar.

“Secara umum pekerjaan berjalan lancar. Hanya saja aktivitas lalu lintas di sekitar pasar cukup padat sehingga sedikit menghambat proses pengerjaan,” katanya.

“Dengan rampungnya pengaspalan tersebut, DPUPR Kudus berharap kualitas akses jalan semakin baik dan mampu mendukung sektor pariwisata serta aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Gebog dan sekitarnya,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :