Polemik Alun Alun Kudus Jadi Arena Dandangan, Sudjarwo : Yang Penting Rakyat Bahagia

oleh -314 Dilihat
Suasana pemasangan sejumlah wahana permainan di arean Dandangan alun alun simpang tujuh Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Ramainya polemik terkait penggunaan lapangan alun-alun simpang tujuh Kudus sebagai salah satu arena yang termasuk dalam gugus pesta rakyat Dandangan yakni akan digunakannya sebagai arena wahana permainan anak-anak atau dikenal dengan pasar malam dermulen atau komidi putar dan bianglala serta ombak banyu.

Mengundang komentar berbagai pihak ada yang pro namun banyak juga yang tak setuju karena akan menyebabkan salah satu ikon kota kretek ini berubah menjadi kumuh dan merusak tampilan fisik serta sejumlah alasan lainnya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus, Sudjarwo menegaskan pihaknya mendukung digunakannya Alun-alun sebagai salah satu titik keramaian Dandangan tersebut. Pihaknya menegaskan, dalam penyelenggaraan tradisi Dandangan di alun-alun jangan dihitung tentang untung ruginya.

“Jangan mengukur untung ruginya, jangan dihitung orang bisnis. Yang penting rakyat bahagia dan senang bisa menikmati Dandangan. Semua berjalan dengan baik dan tidak menganggu semua pihak,” ungkap politisi dari Partai Nasdem tersebut, Senin (06/03/2023).

Bila ada dampak setelahnya, Jarwo meminta untuk tidak mengungkit terkait hal tersebut. Pihaknya mengajak untuk semua pihak menyesuaikan keinginan pemerintah serta menampung semua aspirasi masyarakat.

Anggota komisi A DPRD Kudus Fraksi Partai Nasdem, Sudjarwo (Foto: YM)

“Tidak masalah bagi saya kalau alun-alun digunakan untuk Dandangan. Itu milik rakyat. Kalau rumput-rumput itu jadi rusak ya nanti diperbaiki. Jadi rakyat bisa puas, tidak hanya sekedar menikmati Simpang 7 saja tapi tidak boleh dimanfaatkan untuk kegiatan tradisi rakyat. Yang penting warga Kudus bisa jaga bersama” jelasnya.

Disinggung mengapa kalau pentas orkes dilarang di arena tersebut, Jarwo mengatakan hal tersebut berbeda, karena orkes dangdut itu hanya segmen penggemar tertentu saja yang menikmati.

“Tapi kalau pesta rakyat dandangan, kita semua warga Kudus menyukainya,” ujar Sujarwo usai bertemu dengan Bupati Kudus HM Hartopo di Pendopo.

Namun, hal ini berbeda dengan izin diadakannya orkes di alun-alun. Jarwo menjelaskan, orkes dan Dandangan merupakan dua hal yang berbeda. Banyak hal yang menjadi pertimbangan diizinkannya orkes di alun-alun Kudus.

“Kalau itu (orkes rese) menakutkan bagi saya, sering terjadi bentrok dan keributan. Kalau untuk Dandangan itu kan sudah jadi adat istiadat di Kudus,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Kudus HM Hartopo menjelaskan bahwa diadakannya Dandangan di alun-alun Kudus adalah upaya Pemkab mengembalikan kegembiraan Dandangan setiap tahunnya. Bila sebelumnya sudah vakum selema tiga tahun, Dandangan tahun 2023 ini kembali diadakan meriah seperti tahun 2019 terakhir.

“Alun-alun kan punya rakyat, biar rakyat senang,” kata Hartopo.

Hartopo pun menegaskan telah memberikan izinnya terkait hal ini. Asal, layout Dandangan ditata sebaik mungkin dan tidak menggangu lalu lintas di sekitar alun-alun Kudus.

Diketahui, tradisi Dandangan di Kudus akan dimulai pada 11 Maret 2023. Hingga awal bulan ramadan atau 23 Maret 2023. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.