Anggap ketua PCNU Kudus tak bisa jaga marwah ormas, Akhwan Ketua Lesbumi Kudus mundur

oleh -195 Dilihat
Akhwan saat memperlihatkan surat resmi pengunduran dirinya dari posisi ketua Lesbumi PCNU Kudus, Kamis 20/10/2022 (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Akhwan, ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Kabupaten Kudus resmi mengundurkan diri dari Lembaga dibawah naungan PCNU Kudus. Dihadapan sejumlah awak media Akhwan memperlihatkan surat pengunduran dirinya yang ditandatangani diatas materai dan akan segera diserahkan kepada Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kudus, Kamis (20/10/2022) siang.

Pria berkumis yang juga sekretaris Dewan Pertimbangan DPW Partai Nasdem Jawa Tengah tersebut menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya dengan alasan karena sikap Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kudus, KH Asyrofi Masyitho dinilai tidak bisa menjaga soliditas di struktural NU Kudus.

Terlebih sikap Ketua PCNU di momen politik mendekati Pilpres 2024 saat ini dianggap tidak membuat suasana sejuk bagi anggota ormas yang ada didalamnya.

“Dengan berat hati saya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai Ketua Lesbumi Kabupaten Kudus sejak hari ini,” kata Akhwan yang juga

Selama menjabat sebagai Ketua Lesbumi sejak 2019 lalu, pihaknya mengucapkan terimakasih atas kepercayaan PCNU Kudus berupa amanah yang diberikan kepadanya. Namun akibat sikap yang kurang pantas dari kader NU Kudus, pihaknya pun memutuskan untuk undur diri.

Akhwan mengungkapkan bahwa dalam satu grup obrolan WhatsApp, Ketua PCNU Kudus sering membagikan narasi yang menilai kepemimpinan salah satu bakal calon Presiden RI 2024 kurang baik. Padahal kebenaran berita yang disampaikan belum bisa dipastikan kebenarannya.

“Dirinya seringkali membagikan kutipan berita yang menjelekkan Anies Baswedan, padahal berita itu belum dipastikan kebenarannya,” terang Akhwan.

Bahkan disebutnya, seringkali narasi yang disampaikan tanpa disertai link berita. Semuanya terkait dengan Anies Baswedan dengan sejumlah isu miring tentang Anies.

“Seharusnya, NU yang kadernya berada di sejumlah Partai Politik di Indonesia, ketua PCNU harus bersikap arif dan menjaga marwah ormas NU. Kalau ketua PCNU memiliki pilihan politiknya sendiri, monggo kami saling menghormati dan menghargai. Tapi jangan gunakan Ormas NU untuk kepentingan sesuai keinginan politik sang ketua apalagi dengan menebar narasi negatif tentang lawan politiknya. Kita mesti dewasa sikap dan menempatkan diri sebagai pengurus ormas yang bisa mengayomi semuanya,” kata dia.

NU bagi Akhwan adalah organisasi masyarakat (Ormas) yang berisi banyak kader partai politik yang berbeda-beda. Terlebih di PCNU Kudus sendiri, tidak semuanya merupakan kader PKB semua. Ada pula yang Partai Nasdem, Gerindra, dan lainnya.

“Padahal Pilpres juga masih jauh. Calonnya saja juga belum ada. Tapi sikap Ketua PCNU Kudus sudah tidak bisa menjaga marwah Ketua Ormas. Sebagai ketua ormas, bila ada keberagaman (pilihan politik) jangan sampai menyinggung. Tapi malah yang dilakukan Ketua PCNU Kudus membuat gaduh,” ungkap Akhwan.

Pengunduran dirinya dari Lesbumi juga cukup berat bagi Akhwan. Terlebih sejak dipegang olehnya, Lesbumi Kudus cukup aktif memberikan sumbangsih dalam mempertunjukkan kebudayaan dan kesenian. Mulai dari musik, teater, hingga pentas budaya yang rutin dipertunjukkan, Kembang Kanthil.

Kendati demikian, keputusan mengundurkan diri Akhwan sudah bulat. Untuk siapa yang akan menggantikan posisinya, Akhwan menyerahkan semuanya pada PCNU Kudus.

Kiprah Akhwan sebagai ketua Lesbumi Kudus periode 2019-2024 dijelaskannya telah menjalankan sejumlah program. Di antaranya pentas seni dan budaya kembang kanthil yang secara rutin pentas seni budaya di beberapa kecamatan.

“Selama menjabat ketua Lesbumi Kudus kami juga mendirikan kelompok musik dan teater. Amanah itu sudah saya jalankan semaksimal mungkin. Bahkan Lesbumi Kudus ini satu-satunya yang” kata Akhwan yang juga sebagai Sekretaris Dewan Pertimbangan DPW Nasdem Jawa Tengah. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.