Anggaran Minim PUPR Kudus Prioritaskan Perbaikan Jalan Rusak di Perkotaan

oleh -271 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang sudah hampir bebrapa bulan mengguyur kota kretek, akibatkan sejumlah jalan alami kerusakan yang berakibat membahayakan bagi pengguna jalan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus memiliki pekerjaan besar untuk melakukan perawatan jalan. Namun, beban itu tidak diimbangi dengan anggaran yang cukup.

Kepala Dinas PUPR, melalui Kabid Binamarga Harry Wibowo menyatakan anggaran perawatan rutin jalan tahun ini hanya Rp 1,6 miliar. Nominal ini hanya separuh dari anggaran tahun lalu yang mencapai Rp 3,5 miliar.

Dengan anggaran Rp 1,6 miliar itu, pihaknya hanya sanggup untuk membelanjakan material Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) sebanyak 700 ton dan 400 ton semen padas untuk melakukan penambalan.

Kabid Binamarga PUPR Kudus, Harry Wibowo (Foto: YM)

”Kami merasa sangat kurang banyak. Dulu pernah mencapai Rp 5 milyar. Karena jalan yang dirawat selalu banyak,” kata Harry, Selasa (21/01/2020).

Secara bertahap, ujar Harry, pihaknya akan memprioritaskan perawatan jalan perkotaan. Sebab, aktivitas di jalan perkotaan lebih banyak dengan lokasi lainnya. Namun, hingga sekarang pihaknya belum bisa berbicara terkait detail jumlah jalan yang mengalami kerusakan.

”Petugas masih terus menginventarisir. Karena memang banyak sekali. Biasanya tiap tahun kami perbaiki 30 hingga 40 ruas jalan,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Harry meninjau langsung perawatan jalan di jalan Mejobo. Petugas menambal lubang-lubang yang ada. Baik dari ukuran paling kecil maupun besar.

Secara khusus, Harry menyebutkan ruas jalan di Mejobo dan Jekulo menjadi paling banyak kerusakan. Selain pengamatan petugas, banyak aduan dari masyarakat yang mengeluhkan kondisi Jalan Pantura saat ini.

Sebab, lubang-lubang jalan yang tak kecil kerap membuat pengendara kecelakaan.

Meskipun demikian, Harry menyatakan tidak bisa berbuat banyak. Sebab, yang berkewenangan menangani jalan tersebut yakni Balai Jalan.

Seperti Jalan Kudus-Pati, beberapa tahun lalu pihaknya pernah membantu perbaikan. Namun, setelah itu kewenangan diambil oleh Balai Jalan.

Biasanya, setiap ada kerusakan jalan yang bukan kewenangan dari Pemkab Kudus, pihaknya akan bersurat kepada pihak terkait yang berkewenangan atas jalan itu.

”Seperti Jalan Undaan, itu kan jalan provinsi. Kami hanya bisa bersurat dan melaporkan adanya kerusakan. Kami tidak punya kewenangan atas apapun di jalan itu,” ujarnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.