Antisipasi Air Meluap, Warga Ngembal Kulon Gotong Royong Perkuat Bibir Tanggul Kritis

oleh -815 kali dibaca
Gotong royong warga, TNI, Polri, Pemdes dan Karang Taruna perbaiki tanggul di Desa Ngembal Kulon, Jati, Kudus (Foto: istimewa/Pemdes)

Kudus, isknews.com – Antisipasi jebolnya tanggul kritis di aliran sungai Dawe yang melintas di Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kudus, sejumlah warga melakukan kerja bakti mengambil langkah darurat. Lokasi yang merupakan titik rawan tanggul jebol saat intensitas hujan di kawasan utara meningkat tinggi itu dilakukan pembuatan dinding penguat dengan menggunakan bilah-bilah bambu oleh warga dan sejumlah relawan lainnya termasuk TNI dan Polri.

Menurut Kepala Desa Ngembal Kulon Moh. Khanafi, curah hujan yang cukup tinggi pada hari-hari terakhir ini membuat pihaknya khawatir apabila sejumlah tanggul kritis diwilayahnya yang dianggap rawan dan berpotensi jebol jika terjadi kenaikan debit air serta hujan dengan intensitas tinggi.

“Kami bersama warga, Pemdes, pak Camat, TNI, Polri dan pemuda Karang Taruna melaksanakan gotong royong sebagai upaya tanggap darurat perbaikan tanggul kritis agar tidak jebol dan mengantisipasi bencana banjir. kata Khanafi, Minggu (23/01/2022).

Seperti diketahui, sebelumnya yakni pada Jumat (14/1) kondisi tanggul diwilayahnya mengalami longsor dan pada Kamis (20/1) terlihat rongga longsoran tanggul telah semakin meluas tanggul mengalami retak dipicu oleh sedimentasi bibir Sungai Dawe. Sehingga kondisi tersebut sangat menghawatirkan pihaknya dan warga takut air sungai akan melimpas dan membanjiri rumah pemukiman warga sekitar.

“Oleh sebab itu hari ini kami adakan kegiatan gotong royong warga bersama Pemdes, TNI. Polri serta Karang Taruna. Sebagai upaya antisipasi dini, agar tidak lebih lebar akibat gerusan arus air saat curah hujan tinggi karena dekat dengan pemukiman warga di lokasi RT. 04 RW. 04,” jelas Khanafi.

Menurutnya, gotong royong warga luar biasa antusias dan dia berharap kondisi tanggul kritis di sejumlah titik aliran Sungai Dawe yang melintas diwilayahnya bisa ditindaklanjuti oleh dinas terkait. Demi menjamin keselamatan warga dari bencana banjir.

Lokasi tanggul yang diperkuat dengan bilah-bilah bambu hari ini menurut Khanafi ada di dua titik, salah satunya diperkuat dengan pemasangan pagar bambu kepang sepanjang 10 meter, lalu di isi tanah padas yang di masukkan kedalam kantong kantong sak. Sedangkan di lokasi kedua pembuatan tanggul darurat dengan penahanan kantong-kantong sak berisi tanah padas sepanjang 25 Meter.

“Tentu saja yang kami dan warga lakukan ini adalah antisipasi sementara, mudah mudahan selanjutnya pihak BBWS Provinsi Jawa Tengah dapat melakukan penanggulangan permanen yakni mengupayakan taludnya agar di cor atau bronjong,” ungkap dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.