Antisipasi Musim Penghujan, DPUPR Kudus Periksa Kelayakan Pompa Polder Tanggulangin

oleh

Kudus, isknews.com – Kondisi pintu air dan pompa Polder Tanggulangin beserta infrastruktur pelengkap di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati dipastikan masih berkondisi baik. Pompa yang akan menjadi mesin paling vital kala menghadapi musim penghujan dan penyedot luapan sungai Kaligelis bila meluap itu siang tadi dilakukan pemeriksaan.

Pelaksana Tugas Kadinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Arief Budi Siswanto beserta tim siang tadi melaksanakan pengecekan kondisi dan kelayakan pompa yang berada disisi utara Jembatan Tanggulangin Kudus.

”Pompa polder sudah kami lakukan pengecekan dan kondisinya masih bagus, sehingga siap digunakan sewaktu-waktu,” kata Arief Budi Siswanto, Senin (03/08/2020).

Meskipun saat sekarang musim kemarau, setiap sepekan mesin pompa dihidupan untuk proses pemanasan sebanyak dua kali. Bila terjadi kerusakan segera diperbaiki.

Pelaksana Tugas Kadinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Arief Budi Siswanto beserta tim saat memeriksa kelayakan pintu air dan pompa polder Tanggulangin Kudus (foto: istimewa)

”Perawatan dilakukan untuk memastikan mesin siap digunakan bila diperlukan,” jelasnya.

Secara normatif, saat dibutuhkan pompa polder mampu dioperasionalkan selama 21 jam-22 jam setiap harinya. Dua jam lainnya digunakan untuk pendinginan dan perawatan.

Pengoperasionalan mesin dilakukan bila debit Sungai Wulan di bawah 150 meter kubik per detik atau melihat kondisi di lapangan. Untuk operasional, setiap jam membutuhkan sekitar 30 liter bahan bakar nonsubsidi.

”Kami akan memantau kondisi mesin sebagai persiapan menghadapi musim penghujan,” ujarnya.

Ditambahkan Kabid Sumber Daya Air (SDA) Rasiyono, pompa polder Tanggulangin diyakini tidak dapat sepenuhnya menghilangkan potensi genangan di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati dan sekitarnya.

Kapasitas sedot air sebesar 600 liter per detik dimaksudkan mengurangi genangan di sekitar kawasan polder.

Seperti diketahui, kawasan sekitar Tanggulangin hampir setiap tahun terendam banjir. Gelontoran air berasal dari sejumlah sungai di Kecamatan Kota dan Jati. Karena wilayah di sekitar Desa Jati Wetan merupakan cekungan sehingga sulit mengalir ke tempat lainnya.

Akibatnya, saat musim penghujan kawasan tersebut sering terendam selama beberapa hari. Meskipun letaknya berdekatan dengan sungai Wulan, air tidak serta merta dapat dialirkan ke tempat tersebut.

”Ketika debit air sungai Wulan tinggi dan pintu air tidak dapat difungsikan air diupayakan dialirkan ke sungai Wulan menggunakan pompa penyedot,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :