Arus Deras dari Utara, Bawa Sampah Menumpuk Panjang di Sungai Piji Kesambi

oleh -1.571 kali dibaca
Tumpukan sampah disepanjang sungai Piji Mejobo Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Hujan deras yang melanda kawasan hulu sungai Piji di wilayah utara Kabupaten Kudus berdampak pada tingginya debit arus sungai Piji yang mengalir hingga aliran sungai piji di Desa Kesambi, Mejobo, Kudus.

Tak hanya itu arus deras sungai itu juga membawa residu sampah yang didominasi oleh batang dan ranting-ranting bambu menumpuk hingga sepanjang sekitar satu kilo meter di perbatasan Sungai Piji satu dan dua Desa Kesambi.

Dari pantauan media ini, Tumpukan sampah tersebut disebabkan karena gorong-gorong sungai menuju Sungai Jratun tidak terawat dan tidak memenuhi standar.

Aneka sampah yang bercampur menjadi satu di ujung Sungai Piji dan sungai Jeratun sudah terjadi penumpukan sampah tersebut merupakan kiriman sampah dari banjir yang terjadi selama musim hujan saat ini.

Kepala Desa Kesambi Mukhamad Masri mengatakan, terjadinya tumpukan sampah di sungai piji satu dan dua sudah sejak bulan Januari. Sebelumnya, sudah dilakukan pembersihan sampah di tempat tersebut.

“Bulan November lalu sudah dibersihkan. Tetapi kerena curah hujan yang tinggi pada awal tahun, sampah menumpuk kembali,” jelasnya saat ditemui awak media di Balai Desa, Rabu (24/02/2021).

Menurut dia, akibat dari tumpukan sampah yang terjadi setiap musim hujan, membuat keresahan tersendiri terhadap warga desa maupun para petani disamping kiri kanan sungai.

“Jika aliran sungai debitnya naik nantinya air akan mengaliri persawahan warga dan akhirnya tanaman warga akan membusuk lantaran tidak adanya resapan air,” ucap dia.

Untuk upaya dari Pemerintah Desa, pihaknya sudah menghubungi dinas terkait, baik secara pribadi maupun secara bersurat. Namun, upaya tersebut tidak ada respon dari dinas terkait.

Pihaknya juga meminta kepada dinas terkait baik PUPR Kabupaten maupun Provinsi dapat segera melakukan normalisasi sungai dan merekontruksi gorong-gorong sungai yang menjadi penyebab utama terjadinya tumpukan sampah akibat tak bisa mengalir.

“Upaya untuk pembersihan sungai sudah dilakukan oleh warga. Namun untuk skala sampah sebesar itu warga tidak mampu untuk mengangkat sampah dari sungai ke darat,” tandasnya

Untuk mengangkat sampah, lanjut Masri, dibutuhkan alat berat guna mengatasi tumpukan sampah yang terjadi di dua titik pertemuan sungai piji dan Jratun. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.