Bahaya Mengintai Dibalik Warna Warni Penganan

oleh -1413 Dilihat
ilustrasi penganan berwarna-warni (istimewa)

Kudus, isknews.com – Untuk menarik perhatian konsumennya akan makanan yang mereka jual, tak jarang para produsen menambahkan pewarna makanan agar makanan terlihat menarik.

Jajanan dengan warna mencolok dan bentuk yang unik menjadi satu daya tarik bagi kalangan pelajar. Tanpa disadari bisa jadi berbagai jajanan seperti ini dapat berpotensi mengandung bahan berbahaya seperti boraks, formalin, pewarna non pangan dan bakteri patogan.

Untuk menghindari hal tersebut, Slamet Hariyanto, dari Progam Kesling Kesjaor Puskesmas Jati menghimbau agar pelajar lebih selektif dalam memilih jajanan di sekolah. Jangan mudah tergiur dengan jajan yang memiliki warna mencolok dan harga yang murah adalah kunci memilih jajanan yang sehat.

“Kalau mau membeli jajan, kita harus memperhatikan warnanya. Usahakan tidak mebeli jajan dengan warna yang mencolok kecuali produk tersebut telah mencantumkan nomor PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga). Lalu, jika membeli jajan seperti sosis, tempura dan bakso juga harus waspada, karena makanan tersebut berpotensi mengandung pengawet dan pengenyal non pangan yakni formalin dan boraks. Jika ingin membeli bakso atau sosis, usahakan membeli produk yang mencantumkan PIRT atau BPOM,” jelasnya.

Sebagai pemegang progam kesehatan jajan sekolah, Slamet mengatakan pihak Puskesmas secara aktif telah melakukan sosialisasi dan pengecekan jajanan sekolah secara rutin. Berdasarkan data yang dihimpunnya, sampai saat ini ia belum menemukan makanan yang mengandung boraks, formalin, Rodamin B dan Metanil Yellow.

“Selain memperhatikan warna dan tekstur makanan, sebelum membeli jajan pelajar juga harus melakukan pengecekan masa kadaluarsa. Makanan yang telah melewati masa kadaluarsa berpotensi terkontaminasi dengan bakteri patogen, yang dapat membahayakan kesehatan,” lanjutnya.

Tak hanya itu, aspek higienitas dari pejual juga perlu diperhatikan. Pasalnya, penjual memiliki andil besar dalam menciptakan makanan yang bersih dan sehat. Dia menghimbau kepada pelajar dan penjual untuk lebih memperhatikan aspek higienitas.

Penambahan pewarna makanan ini tak akan menjadi masalah untuk kesehatan jika tidak ada kandungan bahan kimia di dalamnya. Namun jika pewarna makanan tersebut berwujud seperti Tartrazine atau Rhodamine, maka ada bahaya kesehatan yang terkandung di dalamnya seperti penjelasan berikut ini.

Auramine
Auramine berfungsi untuk memberikan warna kuning pada makanan. Pewarna ini bisa mempengaruhi kesehatan ginjal dan liver.

Metanil
Metanil juga berfungsi agar makanan yang berwarna kuning lebih menarik. Namun, terlalu sering terpapar zat ini bisa memberikan dampak buruk pada kesehatan ginjal, liver, dan organ reproduksi perempuan. Gejala umum jika kamu keracunan zat ini adalah pusing dan disertai dengan mual.

Lead chromate
Lead chromate membuat makanan jadi berwarna kuning cerah seperti warna kunyit. Namun zat ini sangat berbahaya untuk kesehatan karena dapat menyebabkan anemia, sakit perut, hipertensi, masalah neurologis, dan komplikasi janin.

Rhodamine
Rhodamine membuat makanan berwarna merah muda. Namun rhodamine bisa membahayakan kesehatan karena memecah sel darah, merusak ginjal dan liver, menghambat pertumbuhan, hingga menurunkan sistem kekebalan tubuh.

Sudan dyes
Pewarna sudan akan membuat makanan berwarna merah. Zat ini tidak hanya sangat beracun dan menyebabkan sakit liver atau ginjal, namun juga bersifat karsinogenik.

Pewarna biru dan hijau
Terlalu banyak terpapar makanan dengan pewarna biru dan hijau dapat menyebabkan kanker serta mempengaruhi perkembangan sel saraf.

Pewarna makanan yang bersifat kimia memang bisa membahayakan kesehatan. Oleh karena itu buatlah sendiri makananmu sehingga kamu bisa meminimalkan gangguan kesehatan yang berpotensi bisa menjangkiti tubuhmu karena pewarna makanan.

“Pelajar, kalau membeli jajan seperti gorengan, usahakan membeli gorengan yang dijual dalam wadah tertutup. Karena lebih bersih dan sehat. Begitupun dengan pedagang, kami selalu menyarankan untuk menempatkan bahan dagangannya dalam kondisi tertutup,” terangnya. Menurut Slamet, selektif dalam memilih jajanan sekolah dapat menghindarkan pelajar dari gangguan kesehatan seperti keracunan makanan, diare hingga kanker. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.