Kudus, isknews.com – Pengkajian terkait perombakan dan perbaikan Stadion Stadion Wergu Wetan segera dilakukan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus. Pasalnya, Bupati Kudus HM Tamzil telah meminta pada dinas terkait untuk segera merenovasi stadion kebanggan warga Kudus tersebut.
Permintaan segera bukan tanpa alasan. Pasalnya Stadion Wergu Wetan telah dicanangkan sebagai tempat pembukaan sekaligus penutupan Porprov 2022 mendatang. Sehingga sangat diperlukan renovasi terkait kelayakannya. Baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
Kepala Disdikpora Kabupaten Kudus Joko Susilo melalui Sekdin Disdikpora Harjuna Widada mengatakan pengkajian akan mempertimbangkan bagian mana yang akan direnovasi terlebih dahulu. Lapangan stadion atau lintasan atletik.
“Dua hal tersebut yang dirasa paling penting, disamping beberapa sarpras lain” ucapnya.
Pertimbangannya adalah jika lapangan diperbaiki terlebih dahulu, anggaran yang dimiiki saat ini dikhawatirkan tak akan cukup. Mengingat perbaikan lapangan yang mencakup gawang, rumput, serta sarpras pendukung lain membutuhkan biaya yang banyak.
“Kami tak ingin perbaikannya tidak bisa maksimal,” lanjutnya.
Sedang jika lintasan atletik diperbaiki terlebih dahhulu, akan ada kemungkinan bisa rusak kembali. Pasalnya perbaikan lapangan membutuhkan akses untuk mengangkut material.
Sedang lintasan atletik tepat berada di samping jalan masuk. “Akan kami kaji lebih dalam soal ini,” terangnya.
Soal waktu pengerjaan, Harjuna mengaku tugas yang dibebankan pada dinasnya belum bisa dilaksanakan secara maksimal di tahun ini. Pengerjaan perbaikan diupayakan berlangsung pada 2020 mendatang secara bertahap.
“Untuk tahun ini belum bisa ke tahap pengerjaan,” kata Harjuna.
Sedang terkait Porprov 2022, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kudus, Antonio Alfin mengatakan, baik dari segi venue hingga kesiapan atlit terus dipersiapkan dan ditempa guna mencapai hasil yang maksimal.
“Terus kami lakukan walapun belum ada titik terang terkait tuan rumah,” lanjutnya.
Pemberdayaan serta peningkatan kualitas atlit juga terus digalakkan.
Pemberian intensiv pada para juga pihaknya lakukan. Dengan tujuan atlit tidak akan lari ataupun ‘dicuri’ daerah lain. Mengingat fenomena tersebut sering terjadi menjelang mepet kompetisi. “Kami tak ingin itu terjadi,” tandas Anton. (YM/YM)








