Bangkit di Era Pandemi: Dalam Keresahan Ada Peluang Kesempatan

oleh -414 Dilihat

Kudus, isknews.com – Kadin, PC GP Ansor dan KKN-IK Team 129 IAIN Kudus menggelar webinar dan diskusi dengan tema tema “Bangkit di Era Pandemi” yang dilaksanakan dihalaman parker belakang RM Saung Bambu Wulung, Ngembal Rejo, Bae, Kudus, Selasa (11/08/2020) malam.

Menurut Host acara, Abdul Jalil, kegiatan ini dilakukan menyikapi terjadinya pandemi covid-19 yang semakin meningkat di daerah maupun nasional. Diskusi dilaksanakan secara tatap muka untuk sejumlah narasumber lokal dan interaktif melalui daring atau video conference untuk narasumber yang berada di luar kota.

Narasumber yang hadir secara langsung adalah Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah Sholahudin Aly, Sekda Kudus Dr Sam’ani Intakoris, Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Mawahib, Ketua PC GP Ansor Kudus Dasa Susila, Ketua Tim KKN IK Team 129 IAIN Kudus  Ahmad Hilal Abiat.

Suasana diskusi “Bangkit dari Pandemi” di Saung Bambu Wulung Kudus (foto: YM)

Sementara narasumber diskusi yang dihadirkan melalui video confrence atau daring adalah Katib Syuriah PBNU yang juga Komisaris Perum Perumnas KH Miftah Faqih, Ketua PP GP Ansor yang juga Komisaris Independen BRI Multifinance, Sumantri Suwarno dan Budayawan Sosiawan Leak di Solo.

Sementara keynote speaker yang disebut dalam flyer akan dibawakan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar tak nampak hadir.

Usai acara diskusi yang berlangsung hingga pukul 23.00 WIB, Ketua GP Ansor Jawa Tengah Sholahudin Aly menyampaikan kepada awak media, dirinya tidak tahu dengan situasi pandemi ini kapan berakhir, menurutnya dalam feeling dia masa pandemi ini tidak akan berlangsung dalam waktu dekat.

“Maka dalam situasi pandemi seperti ini, kita tidak boleh menunggu, kita tidak boleh berputus asa dan kita tidak boleh mati gaya,” kata Gus Sholah panggilan karib Sholahudin Aly.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah Sholahudin Aly (Foto: YM)

Menghadapi berbagai hal di new normal ini kata dia, pihaknya masih berharap masih ada sesuatu yang dapat dilakukan di era seperti ini.

“Saya teringat  salah satu motivator yang menyampaikan, di dalam kegelisahan di dalam keresahan kita jangan larut karena dibalik semua itu ada sebuah peluang kesempatan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Kudus Dr Sam’ani Intakoris menyampaikan, kasus positif covid-19 di Kudus grafiknya terus naik dan sesuai petunjuk Bupati Kudus agar kita tetap menjaga protokol kesehatan.

“Ekonomi sangat berdampak sekali terutama UMKM dan kami sarankan tetap semangat dan pemakaian masker menjadi benteng terakhir untuk mencegah penularan covid-19,” pesan dia.

Dalam aktifitas hatus tetap dengan  menjaga protokol kesehatan dan pemerintah sudah memberikan bantuan melalui dana social.

“Meski kami akui dilapangan masih banyak kendala dan kekurangan,” kata dia.

Sistem daring di sekolah memang memaksa anak-anak harus berinteraksi melalui handphone atau laptop.

 “Tapi di Kudus ini saya yakin 99 persen anak-anak sudah memiliki HP, bila ada yang belum kita akan berusaha mencarikan solusinya, dengan dipinjami laptop atau daring dengan fasilitas sekolah,” Kata Sam’ani.

Sebelumnya dengan metode daring, KH Miftah Faqih, Katib Syuriah PBNU mengatakan, Kita sebagai manusia dari awal amanah dari Allah SWT dalam keberanian dalam menjalani hidup tangguh, profesional yang dicintai oleh Allah.

“Kita ini hidup bersama orang lain jadi orang yang baik adalah yang bisa memberikan inspirasi dan bisa membuat contoh dan jangan menjadi beban orang lain,” tuturnya.

Karena orang yang baik akan mendapat kebahagian dunia dan akhirat, yang bisa memberikan kebahagian orang lain.

“Dalam pandemi kita bisa fokus dengan peduli terhadap tetangga, fokus kepada pekerjaan kita dan yang paling penting fokus kepada Allah SWT,”

Dasa Susila, Ketua PC. GP. Ansor Kudus mengatakan bahwa sektor pertanian secara langsung berdampak namun dampak tersebut tidak terlalu terasa karena semua itu sudah biasa.

“Sektor pertanian menjadi menarik karena banyak generasi milenial saat ini mulai melirik bidang pertanian karena banyak kekayaan alam yang bisa di kembangkan secara maksimal,” ungkapnya.

Dasa Susila mengajak bersama menggerakkan generasi muda untuk membangkitkan sektor pertanian. Bagaimana menumbuh kembangkan ekspor pertanian menjadi daya saing dengan di topang dengan teknologi dan masa pendemi ini kita teman.

“GP Ansor mulai menggerakkan sektor di bidang pertanian ini,”tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.