Bangun Instalasi Pemanfaatan Air Baku Logung, PDAM Kudus Butuh Investasi Rp 180 Miliar

oleh

Kudus, isknews.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kudus membutuhkan dana investasi sekitar Rp 180 miliar untuk pemanfaatan sumber air baku permukaan Bendungan Logung di perbatasan Desa Tanjungrejo Kecamatan Jekulo dengan Desa Kandangmas Kecamatan Dawe Kudus. Investasi sebesar itu untuk membangun bak penampung, Water Treatment Plant (WTP), Instalasi Pengolahan Air (IPA), dan jaringan transmisi utama hingga perpipaan ke para pelanggan.

Air Baku Bendung Logung yang akan dimanfaatkan oleh PDAM Kudus (Foto: YM)

Kebutuhan dana antara lain dipenuhi dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Ditjen SDA Kemen-PUPR), serta kerjasama PDAM dengan  pihak swasta.

Salah satu instalasi pengolahan air baku milik PDAM Kudus di Kecamatan Undaan (Foto: YM)

“Kami sudah ada deal dengan Ditjen SDA untuk pembiayaan tahap pertama dan kedua senilai sekitar Rp 60 miliar  yang bersumber dari APBN,” ujar Direktur Utama PDAM Kudus, Ayatullah Humaini, Kamis (13/2).

TRENDING :  Logo Baru SMP 2 Kudus di Launching, Sesuaikan Visi dan Gelora Semangat Baru

Ditjen SDA siap membangunkan intake atau bangunan penangkap air dari sumber permukaan badan bendungan, bak penampungan dan dua lokasi WTP yang telah disiapkan PDAM. Selain itu jaringan pipa transmisi tahap awal ukuran 400 dim sepanjang satu kilometer.

Penawaran lelang tahap pertama proyek APBN 2020 senilai Rp 16 miliar sudah dilakukan pertengahan Januari 2020. Pengajuan penawaran lelang diserahkan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana selaku penyedia air baku.

Sedang lelang kedua sekitar Rp 50 miliar kemungkinan baru akan dilakukan tahun depan. Dana tersebut antara lain digunakan kelanjutan pembangunan jaringan transmisi sekitar Rp 22 miliar, atau setara pipa sepanjang kurang lebih 12 kilometer.

TRENDING :  Disangka Sudah Padam, Sisa Bara Api Pandai Besi Hanguskan Rumah Warung di Hadipolo

Menurutnya, terdapat sedikit perubahan rencana pembangunan sarpras yang awalnya akan dilengkapi pompa pendorong air baku (booster), kini ditiadakan.

“Ditjen SDA minta tidak boleh ada mesin atau pompa, penyaluran air hingga ke pelanggan menggunakan gravitasi,” ungkapnya.

PDAM Kudus mendapatkan jatah air baku dari sumber air permukaan Logung sebesar 200 liter per detik, untuk alokasi sekitar 16 ribu pelanggan.

Air baku akan disalurkan lebih dulu ke bak penampung dari kaca seluas 5.000 meter per segi (m2) dengan kedalaman enam meter, sebelum ke WTP masing- masing di daerah Honggosoco dan Desa Terban Kecamatan Jekulo.

Investasi sekitar Rp 120 miliar dilakukan tahap berikutnya, untuk pembangunan IPA dengan kapasitas filterisasi 100 liter per detik, serta penyediaan pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) dan jaringan tersier ke sambungan rumah (SR). Proyek yang seharusnya  ditangani Balai Besar Cipta Karya, akan diserahkan ke badan usaha milik pemerintah dengan kerjasama pihak swasta.

TRENDING :  Air Bendungan Logung Segera Dikuras, Perahu Wisata Dilarang Beroperasi

“Kemungkinan akan kami tangani sendiri dengan menggandeng pihak swasta, karena swasta tidak boleh menangani langsung proyek itu,” ungkapnya.

Pemanfaatan air baku Logung nantinya akan terkoneksi ke seluruh pipa jaringan untuk pelanggan baru di Kecamatan Jekulo, Kota, Bae, Dawe dan Mejobo. Saat ini PDAM masih mengandalkan 61 sumur produksi air bawah tanah (ABT) untuk melayani 49 ribu pelanggan.

Dengan rencana penambahan 10 sumur produksi baru hingga akhir 2020, jumlahnya menjadi 53.500 pelanggan.

“Dengan adanya sumber air permukaan Logung tahun 2021, kami yakin kualitas pelayanan ke pelanggan semakin baik,” kata Humaini. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :