Kudus, isknews.com – Sejumlah Kepala Desa dan Lurah kini juga sedang dihadapkan pada kondisi perekonomian warganya yang ikut terdampak akibat Pendemi Corvid-19 yang tak hanya menyerang kesehatan manusia, namun juga mematikan sumber perekonomian sebagian warga.
Dari Pedagang Kaki Lima (PKL) yang terpaksa dibatasi jam berdagang, hingga buruh pabrik yang terpaksa harus di rumahkan.
Sebut saja kelurahan Wergu Kulon Kudus, di tengah terpuruknya ekonomi warga, Pemerintah Kelurahan harus bijak menyikapi problem dan mencari jalan keluar, tidak hanya menanti bantuan dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Kabupaten.
Salah satu program terobosan telah dilakukan oleh Pemerintah Kelurahan Wergu Kulon, Kecamatan Kota, dengan progam Bantuan dari warga untuk warga.
Lurah Wergu Kulon, Herdjini menjelaskan, bantuan dari warga yang mampu kepada warga yang kurang mampu atau akibat terdampak dari pandemi covid-19.
Sembari menunggu kucuran bantuan sosial dari pemerintah. Dirinya melakukan pendekatan kepada warganya dengan latar perekonomian kelas menengah ke atas, untuk menghimpun batuan bagi warga terdampak Covid-19.
“Awalnya memang tidak mudah. Karena semua orang saat ini merasakan dampak dari Covid-19. Baik yang kaya ataupun yang miskin perekonomiannya terguncang karena Covid-19,” ungkapnya saat ditemui di Kantor Kelurahan Wergu Kulon, Sabtu (25/04/2020).
Otomatis pihaknya melakukan pendekatan-pendekatan kepada warga kami yang mampu untuk bisa memberikan bantuan kepada warga yang tidak mampu. Termasuk pihaknya harus melakukan pendekatan kepada warga di lingkungan Kampung Pecinan.
“Kampung Pecinanan yang ada di RW 5 saya ucapan terima kasih untuk warga di sana yang rata-rata memang warga keturunan chinese tapi mereka begitu peduli kepada warga kami sehingga pelaksanaan pemberian sembako ini bisa berjalan berkat bantuan dari mereka,” tutur Herdjini.
Menurutnya Kelurahan mendapatkan sekitar 12 sak beras atau sekiar 300 Kg beras dan 15 dus mi instan, untuk dibagikan kepada warga yang kurang mampu.
“Kami berharap dan menghimbau kepada warga yang mampu untuk bisa membantu lumbung pangan kelurahan bagi dibagikan kepada yang terdampak covid-19,” ujarnya.
Masih menurut Lurah Wergu Kulon, ada sekitar 433 warganya yang saat ini terdampak langsung Covid-19.
“Saya tidak ingin, ada warga saya yang tidak bisa makan di masa pandemi Covid-19.” tambahnya.

Sementara Erik, warga RT 2 RW 4 pedagang bakso di luar kota yang jadi korban covid-19 dan sempat menerima bantuan paket sembako dari kelurahan mengaku senang mendapatkan batuan dari pihak kelurahan.
“Saya sudah tak dapat lagi berjualan bakso di Lasem, mungkin saya akan jualan disini nanti,” kata dia.
Hingga saat ini, sudah ada 6 keluarga yang mendapat bantuan sosial Covid-19 tersebut. Mereka rata-rata berprofesi sebagai pedagang kaki lima, tukang ojek, tukang dekorasi, tukang parkir dan pemudik yang menjalani karantina mandiri selama 14 hari. (YM/YM)










