Banyak Miliki Arsip Buku Nikah Huruf Jawa Kuno, Desa Gondosari Maju Lomba Kearsipan Tingkat Jawa Tengah

oleh -1,216 kali dibaca

KUDUS, isknews.com – Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, terpilih untuk mengikuti lomba kearsipan desa tingkat Provinsi Jawa Tengah 2016, sebagai wakil dari Kabupaten Kudus. Penilaian lomba itu dilaksanakan pada Mei 2016 ini.

Kepala Kantor Perpustakakaan Dan Arsip Daerah (Perpusda) Kabupaten Kudus, Nanang Usdianto, yang dihubungi isknews.com, Rabu (4/5), mengatakan hal itu. Menurut dia, Desa Gondosari terpilih mewakili sebanyak sebanyak 90 desa, dari 132 desa di Kabupaten Kudus yang sudah mengikuti Bimbimgan Teknis (Bimtek) Kearsipan Desa, untuk mengikuti lomba kearsipan desa tingkat Provinsi Jawa Tengah. “Dalam rangka menghadapi lomba, Perpusda melakukan pembinaan dan pendampingan, selama dua bulan terakhir ini.”

Dipilihnya Desa Gondosari, ungkapnya lanjut, karena dinilai sudah bisa melaksanakan materi Bimtek Kearsipan desa yang meliputi pengolahan, penataan dan pemilahan arsip desa. Selain itu, juga didukung oleh sarana dan prasana yang cukup lengkap, yakni selain tersedia ruag khusus arsip desa, juga failing cabinet dan satu unit komputer. “Dan yang lebih penting, Kepala Desa Gondosari, H Haryanto, memberikan dukungan penuh, baik mengenai pengelolaan kearsipan desa, maupun keikut sertaan dalam lomba tingkat Provinsi Jawa Tengah itu.”

Sementara itu, pengelola kearsipan desa, Desa Gondosari, Mohammad Yusuf, yang dihubungi isknews.com, Rabu (4/5), di balai desa setempat, mengatakan, terkait dengan penunjukkan untuk mengikuti lomba kearsipan desa itu, pada prinsipnya Desa Gondosari sudah siap. “Persiapan yang lakukan, adalah sesuai materi yang kami peroleh saat mengikuti Bimtek Kearsipan Desa, serta pembinaan langsung dari tim Perpusda yang datang ke balai desa.”

Dia mencontohkan, diantara pengolahan keasipan desa, adalah pemilahan arsip aktif dan inaktif, untuk semua dokumen sesuai bidang masing, seperti bidang pemerintahan, bidang umum dan bidang kesra. Arsip desa yang sudah diolah itu dibuatkan kartu daftar dengan diberi ner urut, dan penyimpanannya secara tersendiri di dalam laci failing cabinet, sehingga memudahkan pencarian jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Sedang arsip desa berupa dokumen resmi, disimpan dalam stopmap khusus dan diletakkan di rak-rak yang tersedia di ruang khusus kearsipan desa. Penyimpanan dokumen arsip desa itu terbagi menjadi arsip yang masih aktif dan temuan, serta arsip desa yang masuk dalam daftar musnah. “Diantara temuan arsip desa itu, adalah duplikat buku nikah dengan huruf Jawa kuno ho no co ro ko, dikeluarkan oleh Djawatan Kenaiban Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, tahun 1948. “Legalisir surat nikah oleh Desa Gondosari, tertulis tahun 2014,” kata Yusuf, yang juga Kaur Umum Desa Gondosari, seraya menunjukkan duplikat buku nikah tersebut. (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :