Basarnas Belum Temukan Nelayan Korban Kapal Pecah

oleh -222 Dilihat
Basarnas Belum Temukan Nelayan Korban Kapal Pecah
Foto: Tim SAR Basarnas menyisir bibir pantai mencari korban kapal pecah yang belum diketemukan. Sementara keluarga dan warga sekita menunggu di dermaga pantai Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti Pati, Senin (17-9-2018). (ivan nugraha/ISKNEWS.COM)

Pati, ISKNEWS.COM – Pencarian korban kapal Cantrang Nusantara yang pecah akibat dihantam ombak di perairan Banyutowo, terus dilanjutkan. Sampai hari ketiga, Senin (17-9-2018) keberadaan Surip, salah seorang ABK kapal naas tersebut masih belum diketemukan.

Basarnas sendiri menerjunkan dua regu tim sar menyisir sepanjang pantai. Sementara pada hari kedua kemarin, delapan kapal cantrang milik nelayan setempat pun turut membantu upaya pencarian korban. Koordinator Lapangan Basarnas Jateng Wilayah Jepara, Endra Prasetya mengatakan, untuk hari ketiga ini pencarian terus dilakukan , dengan melibatkan empat kapal cantrang milik nelayan.

“Saat ini kami melakukan pencarian di sekitar pesisir atau sekitar 3 mil dari bibir pantai, mengingat perahu karet kami tidak memungkinkan kalau harus menjangkau titik tenggelam korban yang berada sekitar 15 mil dari pantai,” terangnya saat dihubungi, Senin (17-9-2018).

Ditambahkan, para nelayan lokal dengan kapalnya melakukan pencarian di wilayah 15 sampai 20 mil dari bibir pantai Banyutowo. Meski terus dilakukan pencarian, diakui sampai saat ini belum berhasil menemukan korban.

Basarnas Belum Temukan Nelayan Korban Kapal Pecah
Foto: Tim SAR Basarnas menyisir bibir pantai mencari korban kapal pecah yang belum diketemukan. Sementara keluarga dan warga sekita menunggu di dermaga pantai Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti Pati, Senin (17-9-2018). (ivan nugraha/ISKNEWS.COM)

Sementara, kondisi cuaca di perairan Banyutowo terhitung kurang bersahabat. Terpaan angin dan ombak di perairan tersebut termasuk besar dan tidak menentu. Meski demikian, warga setempat bahkan keluarga korban yang menunggu di dermaga pantai Banyutowo berharap Surip ditemukan dengan selamat.

“Kami akan terus melakukan upaya pencarian korban hingga sepekan nanti. Mudah-mudahan upaya kami membawa hasil, dan korban bias ditemukan selamat,” imbuh Endra.

Diberitakan sebelumnya, sebuah kapal cantrang Nusantara berusia 30 tahun pecah dihantam gelombang setinggi 2 meter di perairan Banyutowo. Akibat peristiwa tersebut enam ABK beserta nahkoda berhasil diselamatkan oleh nelayan cantrang lain. Namun hingga saat ini, satu ABK atas nama Surip belum berhasil diketemukan.(IN/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.