Kudus, isknews.com – Direktur Teknis Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali Juana, Nisar Suci Raharjo, menegaskan seluruh pintu air dan pompa pengendali banjir di wilayah Kudus dalam kondisi normal dan siap difungsikan sesuai kebutuhan.
Hal itu disampaikan Nisar saat melakukan peninjauan lapangan bersama Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Plt Kepala Dinas PUPR, Camat Jati, serta sejumlah staf Pemkab Kudus, Selasa (30/9/2025).
Peninjauan difokuskan pada instalasi pintu air dan kolam retensi yang menjadi bagian penting sistem pengendalian banjir di kawasan tersebut.
“Di kawasan ini tampungan masih banyak, kedalamannya hampir 3 meter dari jalan desa. Luasannya sekitar 4–5 hektare,” jelas Nisar.
Ia menerangkan, pintu otomatis di titik A1 dan DK2 saat ini seluruhnya terbuka karena muka air Sungai Wulan relatif rendah.
“Selama debit Sungai Wulan di bawah 100 meter kubik per detik, pintu kita buka semua. Kalau debitnya lebih dari itu, pintu akan mulai kita tutup secara bertahap,” terangnya.
Selain pintu air, BBWS Pamali Juana juga menyiapkan unit pompa berkapasitas 1.500 meter kubik per detik sebanyak tiga unit, serta pompa berkapasitas 500 meter kubik per detik sebanyak dua unit. Pompa difungsikan ketika pintu air ditutup dan ketinggian muka air di kolam retensi meningkat.
“Untuk kondisi saat ini, kolam retensi masih bisa berfungsi secara gravitasi, jadi pompa belum difungsikan penuh. Namun seluruh unit sudah siap digunakan sewaktu-waktu,” tambah Nisar.
Ia menegaskan, sistem pengendali banjir tetap dalam pengawasan intensif agar masyarakat lebih aman.
“Kami pastikan semuanya berfungsi optimal,” pungkasnya. (YM/YM)







