Belajar Tour Guide, Bekali Stakeholder Pengetahuan dan Informasi Wisata di Kudus

oleh -1,126 kali dibaca
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, Mutrikah (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Sejumlah stakeholder pariwisata di Kabupaten Kudus, memperoleh bekal pembelajaran mengenai pengetahuan dan informasi tentang dunia pariwisata di wilayah Kabupaten Kudus.

Sosialisasi yang diikut sejumlah pelaku wisata mulai dari tour guide, pelajar SMK, para pedagang dan PKL di area kawasan wisata, pelaku usaha terkait pariwisata bahkan sejumlah awak media, diberikan pembekalan terkait kepariwisataan dan budaya di kota kretek Kudus.

Kegiatan tersebut digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dalam acara “Belajar Tour Guide Di Museum Kretek” oleh UPTD Museum dan Taman Budaya pada Senin (13/11) hingga Rabu (15/11) dan di Museum Pati Ayam pada Kamis (16/11) hingga Jumat (17/11).

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Mutrikah mengatakan bahwa penting sekali bagi pemerintah kabupaten untuk memberikan satu pengetahuan agar para pelaku usaha pariwisata mempunyai kemampuan untuk menjelaskan kepada wisatawan.

“Ini sangat penting untuk diajarkan agar saat ada wisatawan yang datang mereka dapat menerima pemahaman dan penjelasan dengan tepat. Jadi mereka punya kesan yang baik saat berkunjung ke Kudus,” Ujar Mutrikah usai membuka kegiatan tersebut di Museum Kretek Kudus pada Senin (13/11/2023).

Lebih lanjut, ia menyebut dalam kegiatan ini diisi oleh narasumber berpengalaman di bidangnya yakni pemateri yang dapat membawa nama pariwisata Kudus baik ke kancah nasional maupun internasional.

“Karena ini sangat penting, kita juga datangkan pematerinya dari Himpunan Pariwisata Indonesia (HPI) Jawa Tengah dan HPI Kudus yang telah berpengalaman agar para pendengar dapat memahami dengan jelas kegiatan ini,” jelasnya.

Mutrikah menyebut telah menggandeng beberapa stakeholder pariwisata terkait mulai dari desa-desa wisata, kemudian duta parawisata serta para pelau usaha di tempat pariwisata.

“Contohnya PKL (Pedagang Kaki Lima) di bawah binaan kita, termasuk juga rekan media kita gandeng, kita coba untuk bagaimana ketika Kudus ini sedang kita kembangkan satu daya tarik wisata ini harus dibarengi dengan SDM yang potensial,” paparnya.

Suasana saat salah seorang pemateri dari Himpunan Pariwisata Indonesia (HPI) Jawa Tengah dalam kegiatan Belajar Tour Guide di Museum Kretek Kudus, Senin 13/11/2023 (Foto: YM)

Pihaknya pun menyoroti bahwa untuk menjadi kota wisata yang baik, bersih, sejuk dan aman, maka harus dibarengi dengan ramah tamah sebagai tuan rumah dan juga jangan sampai ada kesan yang membuat wisatawan jerah maupun kecewa telah berkunjung ke kota kretek.

“Kita kembangkan produk-produk ekonomi kreatif bagaimana ketika wisata di Kudus itu membawa kesan baik. Melalui konsep something to see, something to do, dan terakhir adalah something to buy sebagai oleh-oleh. Hal ini akan memunculkan satu multiplayer efek peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Kepala Disbudpar Kudus berharap melalui kegiatan ini, terutama para pelajar dan pihak terkait yang hadir bahwa Kabupaten Kudus memiliki masyarakat yang dapat turut mempromosikan Kota Kretek serta memiliki kemampuan dan pengetahuan mengenai kepariwisataan yang ada di Kudus. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.