Belanja Daerah di APBD 2017 Meningkat 130 Milyar

oleh -1,094 kali dibaca
Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Belanja daerah di APBD Jepara 2017 mengalami kenaikan sebesar Rp.130 milyar. Belanja Daerah yang semula direncanakan Rp.2.230.152.024.000 menjadi Rp.2.360.466.447.000 atau mengalami kenaikan sebesar Rp. 130.314.423.000. hal ini seperti yang terungkap dalam nota keuangan  APBD Perubahan 2017 yang dibacakan oleh Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, Rabu (23/8/2017) di gedung dewan.
 
Menurut Marzuqi, selain belanja yang mengalami kenaikan, di APBD Perubahan yang diusulkan juga mengenai kenaikan pendapatan daerah sebesar Rp. 189 milyar. Pendapatan Daerah yang semula direncanakan sebesar Rp.1.966.502.024.000 menjadRp. 2.155.774.755.000. Sedangkan Defisit yang semula diproyeksikan Rp. 263.650.000.000 menjadi Rp. 204.691.692.000 atau mengalami penurunan sebesar Rp. 58.958.308.000. “Untuk menutup defisit direncanakan dengan pembiayaan netto yaitu sebesar Rp. 58 milyar,” kata Marzuqi di hadapan dewan.
 
Lebih rinci Marzuqi menyebut jika naiknya pendapatan dipicu oleh meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pajak daerah dan retribusi. Untuk PAD naik sekitar Rp.21 milyar, Pajak daerah naik sekitar RP. 11 milyar dan Retribusi mengalami kenaikan sebesar Rp1,6 milyar. “Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah yang semula direncanakan Rp. 189 milyar juga  mengalami kenaikan sebesar Rp. 7 milyar,” imbuhnya.
 
Lebih lanjut Marzuqi mengatakan, rancangan Perubahan APBD dilaksanakan dengan tujuan untuk mengakomodasi perubahan asumsi akibat adanya perkembangan yang tidak sesuai dengan KUA dan PPAS, menyesuaikan keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antar unit organisasi, antar kegiatan dan antar jenis belanja. “Serta menyesuaikan keadaan yang menyebabkan sisa lebih anggaran lebih tahun 2016, terutama yang bersumber dari Kas Daerah kurang dari proyeksi sebesar Rp. 75,5 Milyar,” jelasnya.
 
Marzuqi menambahkan, sebagaimana diketahui bersama bahwa pada pertengahan tahun 2017 ini, kondisi keuangan negara mengalami situasi yang cukup sulit, yang berakibat pemotongan dana transfer dari pusat ke daerah, yang akhirnya berdampak dalam penyusunan perubahan anggaran tahun 2017. Hal itu disebabkan adanya penerimaan pendapatan negara yang tidak tercapai dan berdampak terhadap kondisi APBN sehingga dilakukan pengurangan Dana Alokasi Umum (DAU) secara nasional di dalam perubahan APBN.
 
Terkait dengan hal tersebut, dalam penyusunan rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2017 ini, Pemerintah Kabupaten Jepara telah melakukan inventarisasi program kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Umum yang tidak masuk program prioritas untuk dilakukan rasionalisasi pelaksanaan kegiatan,” ungkapnya.
 
Berkenaan dengan hal itu, katanya, Pemerintah Kabupaten Jepara mengoptimalkan pemungutan PAD serta mendorong peningkatan dana transfer yang bersumber dari Provinsi untuk mengurangi beban defisit akibat proyeksi Silpa yang terlalu besar dan pengurangan Dana Alokasi Umum. (ZA)
KOMENTAR SEDULUR ISK :