Kudus, isknews.com – Ramadan menjadi bulan penuh keberkahan bagi umat Muslim. Namun, bagi pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis, bulan suci ini menghadirkan tantangan tersendiri dalam menjaga kondisi kesehatan.
Dokter pelaksana hemodialisis di RSI Sunan Kudus, dr. Noor Izzah Rahmawati, menjelaskan bahwa keputusan untuk berpuasa bersifat individual dan harus melalui konsultasi medis. Edukasi mandiri menjadi langkah awal untuk mempertahankan kualitas hidup yang optimal selama Ramadan.
Menurut dr. Izzah, terdapat tiga pilar utama yang perlu diperhatikan pasien hemodialisis saat berpuasa. Pertama, manajemen cairan. Pasien harus membatasi asupan cairan sejak berbuka hingga sahur. Kenaikan berat badan antarwaktu dialisis (Interdialytic Weight Gain/IDWG) dianjurkan tidak melebihi 3–5 persen dari berat badan kering.
Kedua, kewaspadaan terhadap kadar kalium. Konsumsi kurma dan buah tinggi kalium seperti pisang dan alpukat perlu dibatasi guna mencegah hiperkalemia yang berisiko mengganggu irama jantung.
Ketiga, kecukupan protein. Meskipun asupan cairan dibatasi, pasien tetap memerlukan protein berkualitas, seperti putih telur dan ikan, untuk mencegah malnutrisi selama menjalani puasa.
Pelayanan Hemodialisa RSI Sunan Kudus tidak hanya menyediakan tindakan cuci darah, tetapi juga menghadirkan layanan pendukung bagi pasien. Unit hemodialisis dilengkapi mesin generasi terbaru, ruang berpendingin udara, serta fasilitas penunjang kenyamanan seperti bantal, selimut bersih, dan akses Wi-Fi guna membantu pasien menjalani prosedur selama 4–5 jam dengan lebih nyaman.
Selain aspek fisik, dukungan mental dan spiritual juga diberikan melalui pendampingan perawat terlatih, termasuk kegiatan tadarus Al-Qur’an dan lantunan murottal. Layanan konsultasi gizi gratis turut disediakan untuk membantu pasien menyusun menu sahur dan berbuka yang aman.
“Kami ingin pasien tetap dapat menjalankan ibadah dan berkumpul bersama keluarga dengan kondisi yang terkontrol serta pendampingan medis yang optimal,” ujar dr. Izzah.
Sebagai tambahan, pasien hemodialisis yang berpuasa dianjurkan untuk rutin memantau tekanan darah di rumah, tidak mengubah jadwal konsumsi obat tanpa berkonsultasi dengan dokter, serta segera membatalkan puasa apabila mengalami pusing hebat, sesak napas, atau lemas yang tidak biasa. (*)











