BLK Segera Buka Pelatihan Barista dan Makeup Artis

oleh
Ilustrasi, seorang barista wanita saat menunjukkan kebolehannya meracik kopi dalam sebuah acara di Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Latihan Kerja (UPTD BLK) pada Disnaker Perinkop UKM Kabupaten Kudus berencana segera membuka empat kelas baru pada tahun 2021. Empat kelas baru terdiri atas kelas video editing, fotografi, makeup artis dan barista.

Hal ini sebagai manifestasi perkembangan permintaan lapangan para pencari kerja di Kudus yang dari hasil pengamatannya memiliki peminat cukup tinggi disesuaikan dengan implementasi di lapangan kerja nanti

”Makeup artis dan barista merupakan pelatihan yang benar-benar baru,” kata Kepala UPTD BLK Kudus, Anggun Nugroho, Jumat (08/01/2021).

Menurutnya, spesifikasi ketrampilan diperlukan sebagai bekal memperoleh lapangan pekerjaan. Beberapa tahun terakhir, kebutuhan kedua jenis ketrampilan tersebut meningkat.

Beberapa rumah produksi film mulai melirik potensi muda. Adapun pengembangan kedai kopi, menuntut peracik minuman tersebut yang mempunyai kemampuan handal.

”Kami bekerjasama dengan pelaku profesional,” ujarnya.

Melalui penambahan ketrampilan, diharapkan peserta mempunyai pilihan mendapatkan pengetahuan yang diinginkannya. Ketrampilan yang diterima diharapkan membekali mereka bersaing mendapatkan lapangan pekerjaan.

”Atau kalau memungkinkan, mengembangkan usaha sendiri sesuai ketrampilan yang dimilikinya,” imbuhnya.

Protokol Pendaftaran empat kelas baru dibuka awal Februari 2021. Pelaksanaannya dimulai akhir bulan Februari, dengan jumlah peserta masing-masing kelas sebanyak 16 orang.

”Pendaftarannya nanti secara online, untuk menghindari kerumunan,’’ ungkapnya.

Disinggung teknis pembelajarannya, bekerjasama dengan pihak ketiga maupun komunitas. Jadwal pembelajarannya berlangsung selama tiga pekan.

”Pendaftar diutamankan untuk para pencari kerja atau yang baru lulus sekolah dari berbagai jenjang pendidikan,’’ jelasnya.

Soal anggaran, Anggun menuturkan tahun ini mendapat kucuran dana sebesar Rp 2,3 miliar dari APBD Kabupaten Kudus. Anggaran itu lebih kecil dari pengajuan awal sebesar Rp 3,2 miliar.

Jumlah peserta dan jenis pelatihan keterampilan pada tahun ini berkurang, dibanding jumlah peserta pelatihan tahun sebelumnya. Selama pembelajaran berlangsung, penerapan protokol kesehatan tetap dilaksanakan. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :