BMKG: Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Jateng, Ini Wilayah Terdampak

oleh -174 Dilihat
Foto: BMKG (ist.)

Kudus, isnews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah dalam tiga hari ke depan. Hujan lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi akibat aktivitas gelombang atmosfer yang sedang aktif di wilayah Indonesia.

Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo menjelaskan Aktifnya Gelombang Atmosfer Rossby Ekuatorial dan Kelvin di Jawa Tengah, berkontribusi pada aktivitas pembentukan awan konvektif di wilayah Jawa Tengah.

Kelembapan udara diberbagai ketinggian cenderung basah sehingga berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan yang menjulang hingga ke lapisan atas. Labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal diamati di Jawa Tengah.

“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang akibat angin kencang,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (19/2/2025).

Berdasarkan analisis BMKG, beberapa daerah yang diprediksi mengalami cuaca ekstrem antara lain

Tanggal 19 FEBRUARI 2025
Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Temanggung, Kab./Kota Magelang, Salatiga, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Surakarta, Wonogiri, Karanganyar, Brebes, Pemalang, Kab./Kota Pekalongan, Batang, Kendal dan sekitarnya.

Tanggal 20 FEBRUARI 2025
Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Temanggung, Wonosobo, Batang, Kendal, Brebes, Kab. Pekalongan, Salatiga, Boyolali, Klaten, Surakarta, Karanganyar, Blora dan sekitarnya.

Tanggal 21 FEBRUARI 2025
Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, Kebumen, Brebes, Kab. Tegal, Pemalang, Kab. Pekalongan, Batang, Kendal, Boyolali, Jepara, Rembang, Blora dan sekitarnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi terkini melalui kanal resmi BMKG dan menghindari aktivitas luar ruangan saat cuaca memburuk. Pihak terkait, termasuk BPBD setempat, juga telah bersiap untuk mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem ini. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :