BPBD: Awal 2020 Peristiwa Kebakaran Masih Dominasi Kebencanaan di Kudus

oleh

Kudus, isknews.com – Hingga jelang triwulan pertama tahun 2020 ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus memfokuskan diri pada peningkatan kewaspadaan dan penanganan banjir dan tanah longsor.

Meski berdasar fakta, kasus kebakaran terdata paling banyak terjadi setiap tahunnya. Sepanjang tahun 2019, total peristiwa kebakaran sebanyak 167 kejadian dengan kerugian mencapai Rp 4,187 miliar.

“Bukan berarti mengabaikan yang lain, kalau sekarang kami lebih fokus
waspada banjir dan tanah longsor karena saat ini sedang musim hujan,”
ujar Kepala Pelaksana BPBD Kudus, Bergas Catursasi Penanggungan, Senin
(10/02/2020).

Saat musim hujan, kebakaran sangat mungkin terjadi tetapi intensitasnya kecil. Namun warga masyarakat juga diminta waspada karena kebakaran dapat terjadi pada musim hujan.

Dokumentasi petugas pemadam kebakaran saat melakukan pemadaman di sebuah rumah yang terbakar di Kudus beberapa waktu lalau (Foto: YM)

Hinga Februari ini, terjadi satu kasus kasus kebakaran. Peristiwa terjadi pada Minggu (09/02/2020) malam di rumah salah seorang warga RT.05-RW.01 Desa Hadiwarno Kecamatan Mejobo Kudus.

Tahun lalu kasus kebakaran di Kudus cukup tinggi sebanyak 167 kali
kejadian, disusul pohon tumbang (61), banjir (28), tanah longsor (15)
dan angin kencang 9 kejadian.

Sedang kerugian terbesar setelah kebakaran, yakni akibat angin kencang mencapai lebih Rp 756 juta, tanah longsor Rp 115 juta dan banjir mencapai Rp 10 juta.

“Total kerugian akibat bencana alam dan kebakaran tahun 2019 mencapai
Rp 5,068 miliar,” katanya.

Berdasarkan hasil maping kebencanaan berdasarkan wilayah kecamatan, bencana alam paling banyak terjadi di daerah Kota, Dawe dan Mejobo.

Sedang dominasi kasus kebakaran terjadi di Kecamatan Bae, Jekulo, Kaliwungu dan Dawe. Selain peristiwa bencana, BPBD Kudus melalui layanan Call Center Unit Garuda 112 menerima banyak pengaduan masyarakat.

Permintaan bantuan kegawatdaruratan tercatat 190 kejadian evakuasi ambulans di antaranya kasus kecelakaan, dan 122 kejadian permintaan evakuasi binatang seperti ular, tawon vespa dan kera.

“Untuk penanganan kegawatdaruratan, kami berkoordinasi dengan instansi terkait,” ungkapnya.

Layanan Call Center Unit Garuda 112 yang berada di bawah kendali BPBD Kudus, saat ini menjadi andalan masyarakat dalam meminta bantuan kegawatdaruratan. Pemkab Kudus melalui BPBD secara bersama- sama terus bersinergi dengan seluruh stakeholder untuk melakukan upaya pencegahan, rangkaian upaya mengurangi risiko bencana (mitigasi) dan meningkatkan kesiapsiagaan.

“Kami baru saja mendapatkan arahan Presiden RI Joko Widodo tentang
lima hal dalam Rakornas Penanggulangan Bencana 2020 di Bogor,”
katanya.

Antara lain, penanggulangan bencana harus dilaksanakan dengan
pendekatan kolaboratif, melibatkan unsur pemerintah, akademisi dan
peneliti, dunia usaha, masyarakat, serta dukungan media massa. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :