Kudus, isknews.com – Longsor yang terjadi pada Senin malam, 2 Februari 2026, sekitar pukul 22.30 WIB, sempat menutup akses Jalan Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, dan mengisolir warga di sejumlah wilayah.
Namun kini, penanganan material longsor telah selesai dan akses jalan kembali dapat dilalui.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Eko Hari Jatmiko, menyampaikan bahwa longsor sebelumnya mengakibatkan tiga RW di Dukuh Krajan dan Dukuh Semliro, yakni RW 1, RW 2, dan RW 4, sempat terisolir akibat material yang menutup total badan jalan.
“Material longsor berupa tanah, batuan, serta batang pohon beserta akar berhasil dibersihkan. Saat ini akses jalan desa Rahtawu sudah kembali normal dan bisa dilalui masyarakat,” jelas Eko.
Ia menambahkan, tebing yang longsor memiliki ketinggian sekitar 8 meter dengan lebar kurang lebih 5 meter.
Longsor dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Rahtawu pada Senin malam.
Menurutnya, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.
Seluruh proses penanganan dilakukan secara gotong royong oleh tim gabungan.
Penanganan longsor melibatkan BPBD Kabupaten Kudus, Dinas PUPR Kudus, Destana Rahtawu, Kencana Gebog, TNI, Polri, organisasi relawan, serta masyarakat setempat.
BPBD Kudus juga mengimbau warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras, mengingat wilayah Rahtawu termasuk kawasan rawan longsor. (YM/YM)









