BREAKING NEWS : Bendung Wilalung Berstatus Awas, Pintu Sungai Juwana Dibuka

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Pintu ke arah Sungai Juwana di Bendung akhirnya dibuka, karena debit air mencapai 800 meter kubik per detik, Sabtu (17-02-2018). Pintu Sungai Juwana dibuka sejak pukul 18.30 WIB untuk membantu mengurangi debit air yang mengarah ke Sungai Wulan.

Pantauan ISKNEWS.COM hingga pukul 22.15 WIB debit air masih belum berkurang, tetap bertahan 800 meter kubik per detik. Dengan debit yang ada Bendung Wilalung berstatus Awas, dan pantauan dilakukan selama 24 jam.

TRENDING :  451 Personel Gabungan Siap Amankan Aksi Massa Di Alun-alun Pati

“Kita akan melakukan pemantauan selama 24 jam karena debit sudah mencapai 800 meter kubik per detik. Sementara satu pintu Sungai Juwana dibuka, kalau masih terus bertambah debitnya akan dibuka lagi dua pintu,” ujar penjaga pintu Bendung Wilalung Noor Ali.

Dijelaskan, daerah yang akan terdampak dengan dibukanya pintu Sungai Juwana mulai Desa Ngemplak, Kecamatan Undaa ke utara. Selain itu daerah Kecamatan Mejobo dan Kecamatan Jekulo juga akan terdampak.

TRENDING :  SLB Sukoharjo Kebanjiran Setinggi Perut Orang Dewasa

Saat ini, lanjutnya, air kiriman sari Bendung Klambu masih cukup banyak. Apabila terjadi hujan dengan intensitas lebat di daerah Gorobogan dan Blora serta kawasan utara Pegunungan Muria, tentu akan mempengaruhi debit air.

“Kita harapkan cerah tidak hujan, karena apabila terjadi hujan debit airnya semakin bertambah,” tandasnya.

Sementara itu Camat Undaan Rinardi Budiyanto meminta masyarakat tetap tenang. Tidak perlu panik namun tetap waspada terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi. Terkait kondisi tanggul kritis di Desa Medini saat ini sudah cukup bagus.

TRENDING :  RSUD Klarifikasi dan Edukasi Korban Gas Melon

Sebab sudah sepekan diperbaiki. Dari 250 meter tanggul kritis, perbaikan sudah mencapai hampir 200 meter. “Statusnya tetap aman. Semoga saja perbaikan segera selesai,” tuturnya.

Kepala Desa Medini Agus Sugiyanto mengatakan, warganya akan bergantian berjaga memantau kondisi tangul yang kritis. Warga khawatir peristiwa banjir besar 2007 silam yang diakibatkan jebolnya tanggul akan terjadi lagi. (MK/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :