Bupati Kudus Contohkan Nabung Emas Digital, Pegadaian Catat Lonjakan Transaksi Signifikan Pasca Idul Fitri Tahun 2026 Nasional

oleh -228 Dilihat
Bupati Kudus menabung emas secara langsung di Kantor Pegadaian Kudus dengan memanfaatkan aplikasi digital “Tring”. (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menandai perubahan perilaku finansial masyarakat. Tren investasi emas kian menguat, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengalokasikan Tunjangan Hari Raya (THR) ke aset jangka panjang.

Fenomena tersebut tercermin dari data PT Pegadaian yang mencatat lonjakan signifikan transaksi emas selama periode Ramadan hingga Lebaran 2026. Hingga akhir Maret 2026, total gramasi pembelian Tabungan Emas meningkat drastis sebesar 137,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di Kabupaten Kudus, tren ini juga diikuti oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris. Ia turut menabung emas secara langsung di Kantor Pegadaian Kudus dengan memanfaatkan aplikasi digital “Tring”, sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar mulai berinvestasi secara mudah dan aman.

Dalam kesempatan tersebut, Sam’ani memperagakan proses pembelian emas secara digital tanpa harus melalui layanan manual di outlet. Ia menilai, kemudahan layanan berbasis aplikasi menjadi kunci dalam mendorong peningkatan minat investasi, terutama di kalangan generasi muda.

Sam’ani menegaskan bahwa kebiasaan menabung emas sejalan dengan arahan pemerintah pusat. Ia menyebut, investasi emas merupakan salah satu bentuk pengelolaan keuangan yang aman dan berkelanjutan.

Menabung emas ini juga menjadi bagian dari himbauan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar masyarakat mulai menguatkan ketahanan ekonomi keluarga melalui investasi yang stabil seperti emas,” ujarnya.

Pemimpin Cabang Pegadaian Kudus, Endang Sulastri, mengungkapkan bahwa capaian kinerja Pegadaian pada 2025 mencapai 160 persen dari target yang ditetapkan. Tren positif tersebut berlanjut pada awal 2026, bahkan mengalami peningkatan setelah momentum Lebaran.

Kalau habis Lebaran ini malah lebih ramai daripada sebelum Lebaran. Rata-rata per hari sekitar 80 sampai 100 nasabah datang ke Pegadaian,” ujarnya.

Menurutnya, transaksi nasabah cukup beragam, mulai dari gadai, perpanjangan, tebus barang, hingga investasi emas. Namun, tren investasi emas menjadi salah satu yang paling dominan dalam beberapa bulan terakhir.

Pegadaian kini tidak hanya dikenal sebagai lembaga gadai, tetapi juga telah bertransformasi menjadi penyedia layanan investasi emas yang terintegrasi. Berbagai produk ditawarkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin sadar pentingnya pengelolaan keuangan jangka panjang.

Endang menjelaskan, tabungan emas menjadi produk favorit karena fleksibilitasnya. Nasabah dapat mulai menabung dengan nominal kecil, lalu mengakumulasi saldo hingga minimal 1 gram untuk kemudian dicetak menjadi emas fisik, digadaikan, atau bahkan didepositokan.

Selain itu, tersedia pula layanan cicilan logam mulia yang memungkinkan masyarakat memiliki emas melalui sistem angsuran. Skema ini dinilai membantu masyarakat yang ingin berinvestasi tanpa harus mengeluarkan dana besar sekaligus.

Inovasi lain yang diperkenalkan adalah deposito emas, yakni layanan penyimpanan emas dengan tambahan imbal hasil sekitar 1 persen, ditambah potensi keuntungan dari kenaikan harga emas selama periode penyimpanan.

Dari sisi pembiayaan, Pegadaian juga menghadirkan gadai berbasis tabungan emas dengan biaya sewa modal lebih ringan dibandingkan gadai perhiasan. Skema ini menjadi alternatif menarik bagi masyarakat yang membutuhkan dana cepat tanpa harus menjual aset investasinya.

Untuk mendukung kemudahan layanan, Pegadaian mendorong penggunaan aplikasi digital “Tring” yang kini telah digunakan secara luas. Melalui aplikasi ini, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi seperti membeli, menjual, hingga mengelola investasi emas secara praktis tanpa harus datang ke outlet.

Endang menambahkan, tren pembelian emas di Kudus menunjukkan peningkatan signifikan. Dalam satu hari, transaksi emas fisik bahkan pernah mencapai 900 gram, sementara pada Januari 2026 total penjualan hampir menyentuh 3 kilogram.

Dalam satu hari harga emas bisa berubah sampai tiga kali, pagi, siang, dan sore. Tapi justru saat harga turun, masyarakat memanfaatkan momentum untuk membeli,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.