Bupati Kudus: Pengusaha Harus Untung Tanpa Merugikan Orang Lain – Musthofa Menjadi Lurah-e Pedagang Pasar Se-Jateng

oleh -294 Dilihat

 

KUDUS-Jumlah pasar se-Jateng ini ada sebanyak 1.200 pasar dan jumlah orang yang mencari nafkah dari sana ada sebanyak 1,3 juta orang. Oleh karena itu keberadaan pedagang pasar sebagai salah satu penggerak ekonomi sangat nyata.
Demikian disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPW APPSI) Jawa Tengah H. Suwanto, SE, MM saat Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) di Kudus, Selasa (24/1).
Hadir pada acara itu Bupati H. Musthofa, SE, MM, forkopinda, pengurus DPD APPSI dari seluruh Kabupaten/kota, DPP APPSI pusat, jajaran pejabat Pemkab Kudus, Bulog, serta pihak perbankan. Rakerwil ini sebagai tindak lanjut dari Musywil yang digelar Selasa (8/11) tahun lalu di Semarang.
Dalam acara tersebut, Ketua DPW APPSI Jateng H. Suwanto, SE, MM mengatakan bahwa para pedagang pasar ini harus mendapat fasilitas dari pemangku kebijakan, yaitu pemerintah.  Namun dirinya menyayangkan, adanya konsep pembangunan yang tidak melibatkan para pedagang. Baik secara organisasi maupun kapasitasnya sebagai pedagang.
”DPW APPSI telah mengukuhkan Pak Musthofa Bupati Kudus ini sebagai Lurah-e para pedagang pasar. Karena beliau ini telah mampu menata dan merevitalisasi pasar di Kudus. Serta tahu permasalahan pedagang,” tegasnya disertai penyerahan baju seragam APPSI.
Sementara itu, Bupati Kudus mengatakan bahwa, kehadiran APPSI harus bisa memberikan manfaat secara nyata. Bukan hanya seremonial saja, melainkan bisa menampung aspirasi seluruh pedagang pasar di seluruh kabupaten/kota lain. Termasuk dalam rakerwil kali ini menurutnya sangat bagus, karena akan merumuskan segala sesuatu solusi dari kekurangan pasar di Jawa Tengah bersama DPC, DPW dan DPP.
”Sebagai Lurah-e pedagang pasar saya akan bicara dengan bupati/walikota lain apabila ada hal yang belum terkomunikasikan dengan baik mengenai penataan pasar,” kata pria yang juga sebagai pembina Forum UMKM Jawa Tengah ini.
Sinergi semua pihak perlu untuk bersama-sama membangun ekonomi kerakyatan. Sedangkan kehadiran negara untuk mendorong meningkatnya kualitas pedagang pasar, adalah sebuah kewajiban.
Mengenai adanya pasar modern, bupati  tidak menganggap ini sebagai lawan, melainkan sebagai kawan dan pihaknya akan bermitra. Karena terpenting semuanya bisa bersama-sama meraih kesejahteraan untuk penguatan perekonomian nasional.
”Sinergi semua pihak penting, sebagai satu kesatuan menjadi kekuatan yang luar biasa. Dan para pengusaha ini, tidak boleh rugi. Tetapi semua harus untung tetapi tidak boleh merugikan orang lain,” pesannya.(rg)
KOMENTAR SEDULUR ISK :