Bupati Rembang: Minta Para Alim Ulama Dan Guru Ngaji Untuk Tidak Sikapi Berlebihan Kebijakan 5 Hari Sekolah

oleh -271 Dilihat

Rembang, isknews.com (Lintas Rembang) – Bupati Rembang H. Abdul Hafidz meminta kepada para alim ulama maupun guru ngaji agar tidak menyikapi secara berlebihan terkait kebijakan lima hari sekolah oleh Menteri Pendidikan, Muhadjir. Hal itu disampaikan oleh Bupati Rembang H. Abdul Hafidz, dalam kegiatan silaturahim Ulama dan Umaro se-kabupaten Rembang, di pendopo museum Raden Ayu (RA) Kartini, Rabu (21/6/2017) sore.

Bupati mengatakan pemerintah saat ini telah membatalkan kebijakan yang tersirat dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 karena mendapat respon kurang baik dari masyarakat. Presiden akan melakukan penataan ulang terhadap regulasi itu sehingga Permen akan menjadi Peraturan Presiden.

Hal itu menunjukkan bahwa Pemerintah telah menerima masukan-masukan dan akan menyelaraskan keinginan dari lembaga dan organisasi keagamaan. Kebijakan 5 hari sekolah mempunyai dampak sosial, ekonomi dan agama ini akan muncul di tengah-tengah kehidupan bangsa Indonesia utamanya di kabupaten Rembang.

“Bisa dibayangkan kalau sekolah sampai jam 3 saja. Orang tua harus mengeluarkan uang saku untuk uang makan siang dan uang transport yang agak mahal dan sulit karena sudah sore. Terlebih petani dan tukang becak atau keluarga kurang mampu, setiap hari harus mengeluarkan uang 10 ribu saja sampai 15 ribu, mereka akan mengatakan berat,” ujarnya.

Sedangkan dampak agama, di Rembang terdapat madrasah diniyah yang jumlahnya seribu lebih, Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) jumlahnya 1.400 lebih yang masa belajarnya pukul 14.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB, Jika diberlakukan kebijakan 5 hari sekolah maka bagaimana nasib Madin dan TPQ.

Diakhir sambutan, Bupati mengucapkan terima kasih kepada Alim, Kyai, guru yang setiap hari mengasuh anak-anak yang bukan anaknya tanpa tendensi apa-apa. Hanya karena ingin agar agama Allah ini berlanjut hingga hari kiamat kelak.

Sementara itu pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Kecamatan Sarang KH. Maemoen Zubaer dalam taushiyahnya mengungkapkan dalam agama Islam  mempunyai 4 pilar sebagai kunci membangun umat. Empat pilar tersebut yakni ulama sebagai penggali kitab-kitab suci, umaro (pemerintah) sebagai pelaksana kebijakan, orang fakir yang rajin berdoa dan aghniya (orang kaya) sebagai pembayar pajak untuk membiayai negara. (Mcs)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.