Kudus, isknews.com – Kawasan eks Stasiun Kereta Api Kudus pada Jumat pagi (8/8/2025) tampak berbeda. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris memimpin langsung kerja bakti bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membersihkan bangunan bersejarah yang selama ini mangkrak.
Kegiatan ini menjadi langkah awal Pemkab Kudus memanfaatkan stasiun tersebut sebagai pusat kegiatan masyarakat dan pengembangan UMKM.
“Hari ini kita kerja bakti bersama di Stasiun Kudus yang sebelumnya mangkrak. Kita sewa untuk digunakan bagi kegiatan masyarakat. Nantinya akan dijadikan pusat kegiatan masyarakat, bisa untuk olahraga, ada UMKM, restoran, dan fasilitas lain sebagai alternatif warga untuk berkumpul dan bersantai, sehingga bisa meningkatkan perekonomian,” ujar Sam’ani.
Ia menjelaskan, luas lahan yang digunakan mencapai sekira 6.000 meter persegi. Penataan akan dilakukan tanpa mengubah bentuk asli bangunan, melainkan memperbaiki dan merawat sesuai aturan pelestarian. Desain dan pembangunan area akan ditangani konsultan, sehingga bisa difungsikan untuk kegiatan ekonomi, rekreasi, maupun pariwisata.
Sam’ani menargetkan kawasan ini mulai beroperasi pada awal tahun depan. Meski begitu, pengelolaan akan diserahkan kepada pihak ketiga. “Kita sudah berkoordinasi dengan PT KAI dan mendapat potongan harga sewa hingga 60 persen. Bahkan saat bertemu Menteri BUMN Pak Erick Thohir, kita juga mendapat dukungan penuh,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPKAD Kudus, Djati Sholehah, menambahkan, skema kerja sama dilakukan dengan menyewa lahan dari PT KAI, kemudian investor menyewa kepada Pemkab melalui Dinas Perdagangan. “Seluruh pembangunan menggunakan modal investor, tanpa APBD. Pemkab tetap mendapatkan keuntungan dari sewa lahan dan retribusi tenant,” jelasnya.
Ia menegaskan, pelaku UMKM lokal akan diprioritaskan, terutama usaha kecil yang akan mendapat keringanan sewa. “Kami akan memediasi pengelola dengan pelaku UMKM agar mereka bisa terlibat. Sementara tenant komersial dikelola langsung oleh investor,” ujarnya.
Pemkab Kudus berharap revitalisasi eks Stasiun Kudus ini tak hanya menghidupkan kembali aset bersejarah, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar, mulai dari pedagang, juru parkir, hingga pekerja kuliner. (AS/YM)







