Bupati Sam’ani: Promosi dan Mutasi Harus Disikapi sebagai Peluang Pengembangan

oleh -67 Dilihat
Foto: Dok. Pemkab Kudus

Kudus, isknews.com – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menegaskan bahwa promosi, mutasi, maupun pergeseran jabatan merupakan hal wajar dalam birokrasi dan harus disikapi sebagai peluang untuk meningkatkan kapasitas diri.

Hal itu disampaikan saat apel pagi di halaman Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (19/5/2025), sekaligus penyerahan penghargaan Pelayanan Prima dari Kementerian PANRB kepada sejumlah perangkat daerah.

“Adanya perubahan seperti pergeseran, mutasi, maupun promosi jangan disikapi dengan keluhan ‘salah saya apa’, tapi jadikan sebagai motivasi untuk pengembangan kapasitas diri,” tegasnya di hadapan seluruh peserta apel.

Menurutnya, pengembangan kapasitas pegawai tidak hanya melalui pendidikan dan pelatihan (diklat), tetapi juga bisa ditempuh lewat penyegaran jabatan. Ia menekankan bahwa semua jabatan adalah amanah yang sifatnya sementara dan harus diemban dengan tanggung jawab serta semangat pengabdian.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sam’ani menyerahkan penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) kepada tiga perangkat daerah yang meraih predikat “Pelayanan Prima” dalam Pemantauan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Tahun 2024.

RSUD dr. Loekmono Hadi mendapat nilai tertinggi dengan skor 4,64, disusul Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB), masing-masing dengan skor 4,63. Secara keseluruhan, indeks pelayanan publik Kabupaten Kudus mencapai 4,61 dan berhasil menempati peringkat ke-6 nasional dalam klaster kabupaten.

“Ini semua berkat kerja keras seluruh pegawai yang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Namun, Sam’ani mengingatkan bahwa penghargaan tersebut bukan alasan untuk berpuas diri. Ia mendorong seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk terus berinovasi, terutama dalam memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana peningkatan pelayanan publik yang efektif, efisien, dan akuntabel.

“Semua pegawai harus berbenah dan berinovasi dengan memanfaatkan teknologi. Karena mau tak mau, suka tidak suka, era sekarang sudah serba IT,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pentingnya kesiapan ASN menghadapi inovasi disruptif, yakni perubahan besar yang menggeser cara kerja atau sistem yang telah ada. Oleh karena itu, adaptasi dan pembaruan diri menjadi hal yang tak terelakkan.

“Panjenengan harus selalu siap menyikapi berbagai inovasi dan perubahan. Jangan terjebak di zona nyaman,” pesannya.

Apel pagi yang turut dihadiri Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton itu ditutup dengan semangat motivasi agar seluruh pegawai terus menjadikan perubahan sebagai pemicu peningkatan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :