Bupati Tamzil Lepas Skuat Persiku Legend

oleh -322 Dilihat
oleh
Bupati Kudus M Tamzil bersama legenda Persiku Kudus. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Puluhan legenda Persiku Kudus berkumpul di Pendapa Kabupaten Kudus, Sabtu (30/3/2019) sejak pagi. Para pemain yang pernah membawa Macan Muria berjaya pada eranya itu disambut hangat Bupati Kudus M Tamzil.

Bambang Harsoyo dan legenda Persiku lainnya kompak mengenakan seragam biru hitam bertuliskan Persiku Legend. Ini bukan aksi reuni melainkan persiapan pemberangkatan menuju Ungaran, Kabupaten Semarang, untuk mengiktui Legend Trofeo.

Sebanyak 30 pemain legenda Persiku diterima Bupati Kudus M Tamzil di ruang Pringgitan Pendapa Kabupaten Kudus. Tawa dan senyum ceria memancar dari para legenda Persiku. Perwakilan Persiku Legend Ayatullah Humaini menyampaikan, rasa bangganya memiliki bapak yang sangat care terhadap sepak bola di Kudus. “Selama ini kita belum pernah mendapatkan perhatian seperti ini,” katanya.

Dijelaskan, turnamen yang digelar di Stadion Wujil Ungaran, Kabupaten Semarang selama dua hari 30-31 Maret 2019, diikuti enam tim yang diperkuat legenda tim masing-masing. Di antaranya Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, PSS Sleman, Persib Bandung, Persik Kediri, dan Persiku Kudus.

Sesuai jadwal Persiku bertanding di hari pertama. Macan Muria tergabung satu grup bersama Persib Bandung dan Persik Kediri. Ketiganya akan saling bertemu dengan setiap pertandingan akan berlangsung selama 45 menit. “Tujuan dari turnamen ini selain menjaga silaturahmi para legenda juga sebagai upaya kembali membangkitkan gairah persepakbolaan nasional,” ungkapnya.

Ditambahkan, silaturahmi para legenda tidak akan terputus pada turnamen kali ini saja. Ke depannya legenda Persiku akan dikumpulkan terus dan mengadakan program sambang desa. Sehingga euforia sepak bola di Kudus semakin bergairah.

Legenda Persiku, lanjut Humaini, ditampung di Diklat Macan Muria sebagai pelatih. Humaini yang juga menjadi Presiden Diklat Macan Muria berharap dengan hal itu dapat merekatkan silaturahmi sekaligus mengembangkan sepak bola di Kota Kretek.

“Diklat Macan Muria membawahi tiga kelompok umur mulai dari U-14, U-16, hingga Porprov di bawah koordinator salah satu legenda Persiku Mohammad Amin. Kita mempunyai progress menciptakan pemain hebat di Diklat Macan Muria,” ujarnya dihadapan Tamzil.

Pada kesempatan itu pula ia menyampaikan keluh kesahnya terkait keterbatasan pendanaan pembinaan usia dini. Humaini berharap Bupati Tamzil dapat memberikan anggaran sendiri khusus untuk pembinaan anak usia dini.

“Sehingga ke depannya dapat melahirkan pemain hebat, khususnya untuk prestasi Persiku dalam persepakbolaan nasional. Tentu kita berharap musim ini Persiku dapat promosi Liga 2,” harapnya.

Senada dengan Humaini, Bupati Kudus M Tamzil juga berharap ke depannya sepak bola Kudus kembali maju sesuai keinginan masyarakat. “Kudus ini kan sayang ya, dulu kita sejajar dengan tim-tim nasional yang besar. Namun kini kita harus mulai dari bawah,” katanya.

Meski begitu ia meminta agar para pelaku sepak bola di Kudus, terutama para legenda Persiku agar tetap bersemangat mempromosikan Kudus melalui sepak bola. Ia optimistis Macan Muria dapat kembali berjaya lagi dan mampu tampil di kastaa tertinggi.

Terkait dengan pendanaan, Tamzil akan mengkaji lagi apakah bisa dianggarkan sendiri melalui Askab PSSI Kudus. “Kalau memang bisa dianggarkan sendiri akan kami anggarkan sendiri. Jadi tidak perlu melalui KONI,” paparnya.

Sebelum para legenda Persiku diberangkatkan, Tamzil memberikan uang saku sebesar Rp 10 juta sebagai bekal mengikuti Legend Trofeo di Ungaran. (MK/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.