Buruh Jangan Hanya Andalkan Keringat

oleh
Foto: Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Hubungan Industri (KKHI) Kemenaker Aswansyah memberikan sambutan dalam peringatan ulang tahun KSPSI di Pantai Kartini Jepara, Minggu (18-03-2018). (istimewa)

Jepara, ISKNEWS.COM – Pekerja di Jawa Tengah diminta untuk tidak hanya mengandalkan keringat saja dalam bekerja. Akan tetapi, pekerja harus mengandalkan keahlian dan produktifitas. Hal ini disampaikan oleh Ketua Konfederasi Serikat Pekerja seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Tengah, Gideon Suhartoyo, saat peringatan HUT KSPSI ke 45 dan Hari Pekerja Nasional tingkat Jateng di Pantai Kartini, Jepara, Minggu (18-03-2018).

Kegiatan yang dikemas dalam acara jalan sehat ini diikuti oleh skeitar 5 ribu anggota KSPSI. Hadir dalam kegiatan itu, perwakilan DPC KSPSI se Jateng, Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Hubungan Industri (KKHI) Kemenaker, Aswansyah, DPP KSPSI Rudi Prayitno, Jumhur Hidayat, Ketua Apindo Jateng Frans Kongi hingga Ganjar Pranowo, Dewan Pembina KSPSI Jateng.

Dalam kesempatan itu, Suhartoyo juga meminta para pekerja terus meningkatkan produktifitas kerjanya. “Biar kita yang ada di jajaran pengurus yang mendorong kepada pemerintah dan pengusaha untuk bersama-sama meningkatkan kesejahteraan para pekerja. Saya berharap setelah pulang dari acara ini semuanya membawa semangat baru untuk lebih maju,” ujarnya.

TRENDING :  6 Ribu MBR Disasar Program WaterConnect
TRENDING :  Paceklik, Nelayan Jepara Terima Bantuan Beras

Frans Kongi, Ketua Apindo Jateng menekankan pentingnya kemitraan diantara pengusaha dan pekerja. Pengusaha, katanya, akan tetap memperhatikan kesjeahterana buruh dan pekerja. “Kita ini mitra, tanpa buruh tak akan ada pengusaha dan sebaliknya. Untuk itu, mari kita terus bersama-sama dan bersinergi demi kemajuan bangsa,” kata Frans di hadapan ribuan pekerja.

Sementara itu, Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Hubungan Industri (KKHI) Kemenaker Aswansyah mengatakan, saat ini buruh sudah sangat bebas untuk berserikat. Akan tetapi, dengan kebebasan itu, justru banyak yang membantuk serikat-serikat buruh baru dan berkeinginan menjadi pengurus . Padahal, lanjutnya, serikat-serikat pekerja yang ada harusnya berkonsentrasi dan berjuang pada kesejahteraan buruh. “Saat ini gerakan pekerja sudah sangat bebas dengan membentuk serikat. Tetapi yang terpenting justru berjuang meningkatkan kesejahteraan anggotanya,” jelasnya. (ZA/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :