Camat Undaan Minta Asuransi Bayar Penuh Klaim Lahan Sawah Terdampak Banjir dan Puso

oleh -422 kali dibaca
Camat Undaan, Kudus, Rifai Nawawi (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Camat Undaan Rifai Nawawi berang saat mendengar PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) sebagai operator program asuransi pertanian di wilayahnya hanya akan membayarkan klaim asuransi atas lahan tanaman padi yang masuk kategori puso akibat banjir sebesar 50 %.

Saat ditemui di kantor Kecamatan Undaan, Rifai mengatakan, pembayaran klaim asuransi pertanian kepada petani korban banjir harus dilakukan utuh.

“Pasalnya, petani peserta asuransi usaha pertanian membayar premi secara penuh. Jadi harus menerima klaim utuh seratus persen,” kata Rifai, Jumat (12/02/2021).

Secara informal, pihaknya mendengar kabar pembayaran klaim asuransi pertanian di wilayahnya hanya separuh. Kondisi tersebut didengarnya dari para petani di Desa Wates dan Desa Ngemplak, dua desa diwilayahnya yang sudah resmi menjadi peserta asuransi tersebut.

“Kami memastikan akan mengklarifikasi dan berkoordinasi terlebih dahulu dengan penyelenggara asuransi Jasindo. Dengan tujuan agar klaim asuransi dibayar penuh,” ungkapnya.

Terpisah, ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Kudus, Hadi Sucahyono menyebut, pembayaran klaim asuransi pertanian maksimal Rp 6 juta per hektare dikalikan prosentase luasan yang rusak.

Aturan mengacu Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 01/Kpts/SR.230.B/01/2021 Tentang Pedoman Bantuan Premi Asuransi Usaha Tani Padi.

Sejumlah lahan pertanian di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, alami Puso dan berubah menjadi rawa air akibat terendam banjir (Foto: YM)

”Pembayarannya memang harus mengacu ketentuan tersebut,” paparnya.
Sementara itu, hingga awal pekan ini Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus mendata 3.010 hektare lahan sawah terendam.

Kondisi tersebut tersebar di Kecamatan Undaan, Kecamatan Jekulo, Kecamatan Kaliwungu, Kecamatan Mejobo dan Kecamatan Jati.

Kadinas Pertanian dan Pangan Catur Sulistyanto, menyatakan sawah di Kecamatan Jati yang terendam seluas 216 hektare, Kecamatan Mejobo (399 hektare), Kecamatan Kaliwungu (530 hektare), Kecamatan Jekulo (30 hektare) dan Kecamatan Undaan 1.300 hektare. Tinggi genangan di sawah bervariasi dari 14 centimeter hingga 110 centimeter.

”Umur tanaman mulai 14 hari hingga 100 hari,” ungkapnya.

Disinggung soal taksiran kerugian, Catur menyebut satu area dengan lainnya berbeda. Perbedaan ditentukan selain usia juga luasannya.

Potensi kerugian sawah di Kecamatan Jati ditaksir per hektare mencapai Rp juta, Kecamatan Kaliwungu (Rp 6 juta-Rp 25 juta), Kecamatan Jekulo (Rp 6,3 juta), Kecamatan Mejobo (Rp 7,4 juta) dan Kecamatan Undaan Rp 5 juta. Total luasan lahan yang terendam dan diperkirakan mengalami kerugian 2.610 hektare. Adapun perkiraan kerugian akibat kejadian tersebut mencapai Rp 19,2 miliar. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.