Dampak Corona, Perusahaan Bus AKAP Alami Penurunan Penumpang Drastis

oleh

Kudus, isknews.com – Pandemi virus corona berdampak buruk terhadap perusahaan otobus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Terlebih, adanya pembatasan apalagi jika benar terjadi penghentian operasional seluruh armada.

Sebagian perusahaan otobus di Kudus, Jawa Tengah, hanya bisa pasrah menghadapi dampak pandemi virus corona. Perusahaan mengurangi aktivitas jumlah armada bus akibat menurunnya jumlah penumpang.  Bahkan, hampir semua bus pariwisata dikandangkan.

Dua hari yang lalu, bus jurusan Jakarta-Kudus dihentikan operasionalnya, karena imbauan tidak mudik. Namun, Kamis (2/4) dia memberangkatkan sejumlah bus lagi. Hingga berita ini diturunkan, masih dihitung berapa bus yang akan dioperasionalkan.

H. Haryanto pemilik perusahaan Otobus Haryanto di garasi Ngembal Kulon Kudus (Foto: YM)

“Lihat-lihat potensi penumpangnya. Penumpang turun drastis, bukan turun 50 persen tapi sangat turun drastis,” ujar manajer operasional PO Nusantara, Sony Wibowo, Kamis (02/04/2020).

Bahkan, belakangan perusahaan sempat menghentikan operasional seluruh armada bus antar kota antar provinsi, menyusul adanya larangan ke luar masuk Jakarta. Larangan tersebut sebagai respon munculnya lonjakan arus penumpang bus ke Jawa Tengah dan jawa timur dalam beberapa hari terakhir.

Namun, larangan tersebut dicabut oleh kementerian perhubungan karena berpengaruh buruk terhadap ekonomi perusahaan otobus.

Meski demikian, pandemi virus corona berdampak buruk terhadap perusahaan otobus, baik dari sisi pendapatan akibat pengurangan jumlah armada dan penurunan penumpang, hingga dirumahkannya kru bus.  

“Hari ini kita mulai melayani, kemarin sudah sempat kita tak beroperasi, ikuti arahan pemerintah DKI, seluruh terminal AKAP di DKI ditutup, dengan adanya penyebaran covid 19 ini, pendapatan jelas drastic,” terang Sony.

Meskipun ikut terkena dampak, nasib PO Haryanto masih jauh lebih baik. Bus yang dioperasionalkan ke Jakarta dan beberapa kota di Jabar, memang dikurangi 50 persen. Saat kondisi normal dan ramai, sekitar 200 armada dijalankan.

“Alhamdulillah, pemumpang masih ada, meski hanya jalan sebelah, yang arah Kudus ke Jakarta agak Kosong, kita Cuma berharap dari arah sebaliknya,” jelas H Haryanto pemilik perusahaan oto bis terbesar di kawasan Muria ini.

Meskipun hanya mengoperasionalkan 50 persen bus, tak ada raut kecewa dari wajah bos pemilik bus Haryanto ini, menurutnya semua kru dipastikan tetap mendapat hak-haknya. Mereka yang disiapkan mengoperasionalkan bus sudah diatur secara bergiliran.

“Alhamdulillah kita tidak meratapi kondisi sekarang ini, kita masih bersyukur karena semua masih bisa bekerja,” imbuhnya.

Disinggung soal kelancaran perjalanan, disebutnya tidak ada persoalan. Bus miliknya masih dapat singgah ke kota-kota tujuan dengan aman. Beberapa dinamika pembatasan pendatang di sejumlah kota, sejauh ini belum berdampak pada operasional bus

Pihaknya optimistis usaha bus khususnya AKAP akan kembali ramai, khususnya mendekati Lebaran. Budaya mudik diperkirakan masih sangat mengakar dan sulit ditinggalkan.

“Nanti, juga akan kembali ramai,” jelasnya optimis.

Adanya pandemi virus corona, perusahaan otobus sudah mengikuti standar operasional sesuai aturan pemerintah, terutama dalam sterilisasi ruangan bus, dan penyediaan hand sanitizer.

“Bahkan, perusahaan siap mengikuti kebijakan pemerintah sehingga pandemi virus corona segera tertangani,” pungkas H Haryanto. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :