Dapur Umum MDMC Kudus Sehari Siapkan 4500 Nasi Bungkus Bagi Warga Terdampak Banjir

oleh -362 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Semangat One Muhammadiyah One Respon (OMOR), yang menjadi jargon Muhammadiyah pada sinergisitas antarlembaga, ortom dan Majelis di setiap level kepengurusan di PD Muhammadiyah Kudus, dalam menghadapi bencana. Menjadikan ormas tersebut segera bergerak sigap dalam melaksanakan tanggap bencana yang terjadi di Kabupaten Kudus.

Dibawah kenadali Tim dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kudus dengan berkoordinasi dengan sejumlah relawan serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mereka segera bergerak cepat mendirikan Dapur Umum yang mereka pusatkan di halaman Masjid Al Islam Kedungdowo, Kaliwungu, saat diinformasikan kebutuhan akan nasi bungkus bagi kebutuhan pangan darurat para korban banjir di Kudus.

Posko dan Dapur Umum MDMC Kudus (Foto: YM)

Dari pantauan media ini di Dapur Umum MDMC nampak puluhan relawan yang didominasi para pemuda dan perempuan sedang memasak dan melakukan pengemasan nasi bungkus yang akan dibagikan kepada warga. Sementara sejumlah relawan kesehatan dan sejumlah armada tanggap bencana juga berjajar di halaman parkir masjid tersebut.

‘’Kami diminta membantu BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kudus untuk menyiapkan logistik berupa nasi bungkus sebanyak 4.500 paket setiap hari. Dan kami menyatakan siap,’’ ungkap Ketua MDMC Kudus yang sekaligus Koordinator Dapur Umum, Satriyo Yudo Budi Wicaksono, Senin (04/01/2021) .

Satriyo menjelaskan, awalnya semua kebutuhan logistik itu diselenggarakan secara swadaya oleh dana MDMC dan bantuan warga Muhammadiyah.

Ketua MDMC Kudus, Satriyo Yudo Budi Wicaksono (Foto: YM)

“Namun memeasuki hari ketiga ini sudah banyak warga masyarakat yang ikut menyumbang logistik bagi kebutuhan Dapur Umum kami ini,” terang Satrio.

Sebenarnya kata dia, kebutuhan logistik atau makanan siap saji untuk korban bencana banjir sebanyak 3.500 untuk sekali droping, baik untuk warga di Dukuh Goleng, Karangturi dan Setro. Namun pihaknya hanya diminta menyiapkan sebanyak 1.500 paket setiap kali droping selama tiga kali dalam sehari.

“Kekurangannya logistik diberikan oleh komunitas yang lain baik dari Teman-teman LPBNU maupun kelompok masyarakat yang lain,” jelasnya.

Guna mencukupi kebutuhan tersebut, Satriyo mengaku setiap hari harus mengumpulkan warganya setidaknya sebanyak 50 orang relawan yang didominasi para pemuda dan mahasiswa.

“Mereka bertugas dibagi dalam beberapa kelompok, mulai dari bagian mengupas bahan makanan, meracik bumbu, masak hingga membungkus makanan.
‘’Setelah semua sudah siap, kami droping di Balai Desa Setrokalangan selanjutnya dibagikan kepada warga terdampak,’’ paparnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Kudus, Budi Waluyo mengungkapkan, mengapresiasi kinerja MDMC yang dengan cepat membangun dapur umum saat warga membutuhkan logistik itu,” kata Budi Waluyo.

“Kami salut kepada mereka, berapapun jumlah ransum yang kami butuhkan untuk droping bagi warga korban banjir, mereka langsung menyanggupi dan dengan cepat merealisasikannya,” tuturnya.

secara umum menurut Kalkhar BPBD Kudus, genangan air yang masuk di pemukiman Dukuh Goleng Desa Pasuruhan Lor dan Dukuh Setro Desa Setrokalangan sudah mulai surut. Mengingat debit air Sungai Gelis juga sudah mulai turun.

‘’Aktivitas warga yang wilayahnya terdampak, juga sudah mulai normal. Hanya ada beberapa rumah yang masih tergenang,’’ imbuhnya.

Namun untuk warga Dukuh Karangturi, Desa Setrokalangan, kata Budi, hingga Senin siang kemarin masih terisolir. Sehingga untuk mobilisasi warga, pihaknya telah menyediakan perahu dan truk.

Pihaknya juga menyampaikan, petugas dari BBWS, PUPR Kudus, relawan bencana dan TNI-Polri, juga tengah bekerja sama membangun tanggul darurat untuk menutup tanggul yang jebol sejak Minggu (3/1) lusa kemarin.

‘’Tanggul darurat itu ditargetkan selesai hari ini, untuk mengantisipasi terjadinya limpasan susulan. Sebab berdasarkan informasi, debit air Sungai Wulan menunjukkan ada peningkatan,’’ tuturnya.  

Masih kata Budi, upaya lain dalam penanggulangan bencana banjir tersebut, pihaknya juga bekerjasama dengan sejumlah organisasi untuk membuat posko dapur umun.

Ada tiga lokasi dapur umum untuk persediaan logistik, dua dapur umum di Desa Setrokalangan yakni di halaman Masjid Al Islam dan rumah warga.
‘’Sedangkan dapur umum di Desa Pasuruhan Lor ada di halaman TPQ Quryatul Fikri,’’ pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.